Abstract :
Penelitian ini betujuan untuk menguji pengaruh Non Performing Financing, Financing to Deposit
Ratio, Return On Asset, Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Capital Adequacy
Ratio. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bank Umum Syariah yang terdaftar di Bank
Indonesia tahun 2013 hingga 2017. Data diperoleh dari statistik ekonomi dan keuangan yang diterbitkan
oleh Bank Indonesia, Indonesian Stock Exchange (IDX). Penelitian ini menggunakan strategi asosiatif
kausal dengan metode regresi linear data panel program software Econometric Views (Eviews) versi 9.
Jumlah populasi yang digunakan sebesar 12 perusahaan berdasarkan teknik purposive sampling,
maka jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 8 perusahaan. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa (1) Non Performing Financing berpengaruh secara positif terhadap manajemen laba.
Jika tingkat kesehatan bank dalam keadaan baik maka dapat meminimalkan tindakan kecurangan yang
sangat merugikan dan disini menujukan bahwa tingkat kesehatan yang baik dapat berpengaruh kepada
manajemen laba nya. (2) Financing To Deposit Ratio tidak berpengaruh secara singifikan atau bisa
dibilang berpengaruh negatif.
Karena rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas dalam suatu bank, menunjukan
bahwa nilai Financing To Deposit Ratio yang semakin kecil disalurkan kepada Dana Pihak Ketiga.
Dengan penyaluran dana pihak ketiga yang kecil maka berpengaruh negatif terhadap manajemen laba. (3)
Return On Asset berpengaruh secara positif terhadap manajemen laba. Karena menggambarkan tingkat
kesehatan yang baik rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen dalam memperoleh
keuntungan secara sehat. (4) Biaya Operasional Terhadap Pembiayaan Operasional tidak berpengaruh
secara singifikan atau bisa dibilang berpengaruh negatif.
Rasio Biaya Operasional Terhadap Pembiayaan Operasional menunjukan efisiensi bank dalam
menjalankan usaha pokoknya terutama pada pembiayaan. Dapat disimpulkan bahwa tidak berpengaruh
secara signifikan dengan banyak kemungkinan datanya yang tidak sehat. (5) Capital Adequacy Ratio tidak
berpengaruh secara singifikan atau bisa dibilang berpengaruh negatif. Karena Capital Adequacy Ratio
adalah rasio kinerja bank untuk mengukur kecukupan modal yang dimiliki bank untuk menunjang aktiva
yang mengandung atau menghasilkan rasio. Manajemen laba yang dialkukan oleh bank semakin intensif
dengan arah terbalik dengan tingkat Capital Adequacy Ratio, yaitu dimana bank yang memiliki nilai
Capital Adequacy Ratio tingkat Ratio lebih besar dari ketentuan minimum cenderung lebih intensif
melakukan praktik manajemen laba dan sebaliknya.
Kata Kunci : Tingkat Kesehatan Finansial, Non Performing Financing, Financing To Deposit Ratio,
Return On Asset, Biaya Operasional Terhadap Pembiayaan Operasional, Capital
Adequacy Ratio, Manajemen Laba.
Penelitian ini betujuan untuk menguji pengaruh Non Performing Financing, Financing to Deposit
Ratio, Return On Asset, Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Capital Adequacy
Ratio. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bank Umum Syariah yang terdaftar di Bank
Indonesia tahun 2013 hingga 2017. Data diperoleh dari statistik ekonomi dan keuangan yang diterbitkan
oleh Bank Indonesia, Indonesian Stock Exchange (IDX). Penelitian ini menggunakan strategi asosiatif
kausal dengan metode regresi linear data panel program software Econometric Views (Eviews) versi 9.
Jumlah populasi yang digunakan sebesar 12 perusahaan berdasarkan teknik purposive sampling,
maka jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 8 perusahaan. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa (1) Non Performing Financing berpengaruh secara positif terhadap manajemen laba.
Jika tingkat kesehatan bank dalam keadaan baik maka dapat meminimalkan tindakan kecurangan yang
sangat merugikan dan disini menujukan bahwa tingkat kesehatan yang baik dapat berpengaruh kepada
manajemen laba nya. (2) Financing To Deposit Ratio tidak berpengaruh secara singifikan atau bisa
dibilang berpengaruh negatif.
Karena rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas dalam suatu bank, menunjukan
bahwa nilai Financing To Deposit Ratio yang semakin kecil disalurkan kepada Dana Pihak Ketiga.
Dengan penyaluran dana pihak ketiga yang kecil maka berpengaruh negatif terhadap manajemen laba. (3)
Return On Asset berpengaruh secara positif terhadap manajemen laba. Karena menggambarkan tingkat
kesehatan yang baik rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen dalam memperoleh
keuntungan secara sehat. (4) Biaya Operasional Terhadap Pembiayaan Operasional tidak berpengaruh
secara singifikan atau bisa dibilang berpengaruh negatif.
Rasio Biaya Operasional Terhadap Pembiayaan Operasional menunjukan efisiensi bank dalam
menjalankan usaha pokoknya terutama pada pembiayaan. Dapat disimpulkan bahwa tidak berpengaruh
secara signi