Abstract :
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi masyarakat dalam
memilih pembiayaan KPR dan menguji perbedaan preferensi masyarakat dalam
memilih pembiayaan KPR antara KPR syariah dengan KPR konvensional.
Strategi penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan komparatif
dengan sumber data yaitu masyarakat Jakarta Timur yang menggunakan
pembiayaan KPR baik KPR syariah maupun KPR konvensional. Teknik
pengambilan sampel melalui accidental sampling sehingga diperoleh sampel
sebanyak 150 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang
telah diuji dan menunjukkan semua item valid dan reliabel. Uji hipotesis
dilakukan dengan menggunakan uji t dua sampel tidak berhubungan (independent
sample t test) yang diolah melalui aplikasi SPSS 17.0.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) berdasarkan preferensinya maka
ditemukan bahwa kecenderungan masyarakat memilih KPR syariah lebih banyak
dari pada konvensional; (2) terdapat perbedaan signifikan preferensi masyarakat
dalam memilih pembiayaan KPR antara KPR syariah dengan KPR konvensional;
(3) temuan selanjutnya menunjukkan bahwa berdasarkan pekerjaan KPR syariah
paling banyak disukai oleh karyawan swasta sedangkan KPR konvensional oleh
pegawai negeri sipil; (4) berdasarkan pendapatan KPR syariah dan KPR
konvensional paling banyak digunakan oleh responden dengan pendapatan per
bulan Rp 3.000.000 - Rp 7.499.999; dan (5) berdasarkan pendidikan KPR syariah
dan KPR konvensional paling banyak digunakan oleh responden dengan
pendidikan terakhir sebagai sarjana.
Kata Kunci: Preferensi, Pembiayaan KPR, Syariah, dan Konvensional.
ABSTRACT
This study aims to determine the preferences of the public in choosing
HOC financing and test the differences in public preferences in choosing HOC
financing between the sharia HOC with the conventional HOC.
The research strategy used was descriptive and comparative with the data
source that was community of East Jakarta that used House Ownership Credit
(HOC) financing both sharia HOC and conventional HOC. The sampling
technique thronged accidental sampling to obtain a sample of 150 people. Data
collection techniques used questionnaires that have been tested and show all valid
and reliable items. Hypothesis test was conducted by using t test of two unrelated
samples (independent sample t test) processed through application of SPSS 17.0.
The results showed: (1) based on preference found that the tendency of
public to choosing sharia HOC more than conventional; (2) there was a
significant difference in public preference in choosing HOC financing between
sharia HOC and conventional HOC; (3) further findings indicate that based on
work, sharia HOC was most favored by private employees while conventional
HOC by civil servants; (4) based on income, sharia HOC and conventional HOC
most used by respondents with income per month Rp 3,000,000 - Rp 7,499,999;
and (5) based on education, sharia HOC and conventional HOC most used by
respondents with recent education as undergraduate.
Keywords: Preference, HOC Financing, Sharia, and Conventional.