Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimanakah penerapan
PSAK 103 pada pembiayaan akad salam di sektor pertanian, mengkaji faktor?faktor yang menjadi kendala dalam penyaluran pembiayaan salam, serta
mengetahui dampak yang di rasakan nasabah dan BPRS dengan adanya produk
pembiyaan salam dan mengeksplorasi upaya inovasi apa yang diperlukan untuk
meningkatkan penerapan akad salam; serta mengkaji bagaimana implikasi atas
inovasi terhadap perlakuan akuntansi salam. Unit analisis dalam penelitian ini
adalah BPRS Bumi Rinjani Probolinggo sebagai bank yang menyalurkan
pembiayaan salam.
Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif etnometodologi.
Pendekatan kualitatif etnometodologi digunakan untuk menjelaskan bagaimana
sistem pembiayaan dengan akad salam yang diterapkan oleh BPRS Bumi Rinjani
Probolinggo.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPRS Bumi Rinjani termotivasi
untuk menerapkan pembiayaan salam karena kebutuhan petani untuk pembelian
kebutuhan produksi usahanya, sehingga pembiayaan dengan akad salam
merupakan jenis pembiayaan yang tepat. Jenis pembiayaan salam yang
diterapkan adalah akad salam tunggal. Ada beberapa faktor yang menjadi kendala
bagi BPRS terkait dengan pembiayaan salam antara lain; 1) Adanya karakter
nasabah bai salam yang tidak baik; 2) Gagal panen; 3) Harga pasar yang
fluktuatif; 4) Adanya ketentuan dari Dewan Pengawas bahwa pihak BPRS harus
memiliki gudang. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dilakukan upaya
komperhensif mengenai inovasi produk pembiayaan salam diantaranya; 1)
Pembiayaan salam bil wakalah; 2) Pembiayaan salam bil mudharabah. Kedua
inovasi pembiayaan salam tersebut menitikberatkan pada perlakuan aset salam
setelah berakhirnya akad salam.
Kata Kunci : Pembiayaan Akad Salam, Akutansi Salam, Wakalah, Sektor
Pertanian
This study aims to analyze how the application of PSAK 103 in
financing greetings contracts in the agricultural sector, assessing factors that
become constraints in the distribution of greetings financing, as well as knowing
the impact felt by the customer and the BPRS in the presence of financing
products and explore what innovation efforts are needed to improve the
application of the greeting contract; and reviewing the implications of innovation
for the accounting treatment of greetings. The unit of analysis in this study is
BPRS Bumi Rinjani Probolinggo as a bank that distributes greetings.
The type of research used is ethnometodology qualitative.
Ethnometodology qualitative approach is used to explain how the financing
system with the greeting agreement is applied by BPRS Bumi Rinjani
Probolinggo.
The results showed that BPRS Bumi Rinjani was motivated to
implement the salam financing because of the needs of farmers to purchase their
business production needs, so that financing with the greeting contract was the
right type of financing. The type of greeting financing applied is a single greeting
contract. There are several factors that are constraints for BPRS related to
financing greetings, among others; 1) There is a bad customer greeting
character; 2) Failure to harvest; 3) Fluctuating market prices; 4) There is a
provision from the Supervisory Board that the BPRS must have a warehouse. To
overcome these problems it is necessary to make a comprehensive effort
regarding the innovation of greeting financing products including; 1) Financing
greetings bil wakalah; 2) Financing greetings bil mudharabah. Both of these
greetings financing innovations focused on the treatment of greetings after the
end of the greeting contract.
Keywords: Greeting Contract Financing, Accounting Salam, Wakalah,
Agriculture Sector