Abstract :
Faktur pajak yang berfungsi sebagai sarana dan bukti telah dilakukannya
pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) masih sering menimbulkan
masalah. Permasalahan tersebut biasanya timbul dari wajib pajak itu sendiri
antara lain berupa penerbitan faktur pajak ganda, penyalahgunaan faktur pajak
sederhana, dan penerbitan faktur pajak fiktif. Dengan beralihnya penggunaaan
dari faktur pajak manual menjadi e-faktur tersebut diharapkan terjadinya
perubahan-perubahan yang lebih baik. Salah satunya yaitu tidak ada lagi
kecurangan-kecurangan seperti faktur pajak fiktif yang sebelumnya sudah
banyak terjadi dan merugikan negara serta pihak-pihak yang terkait di
dalamnya.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kualitatif. Dikatakan kualitatif karena penelitian ini berusaha untuk
menjelaskan obyek yang relevan dengan fenomena atau masalah yang ada, oleh
karena itu penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan serta menguraikan
secara terperinci mengenai penerapan faktur pajak manual dan e-faktur
terhadap efisiensi pembuatan faktur pajak serta pelaporan SPT Masa PPN di
PT. Indoparta Nusantara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa aplikasi e-faktur yang paling
efisien digunakan oleh PT. Indoparta Nusantara dalam proses pembuatan faktur
pajak sampai dengan pembuatan laporan SPT Masa PPN dibuktikan dari hasil
perhitungan rumus efisiensi, untuk pembuatan faktur pajak keluaran dan faktur
pajak masukan di PT. Indoparta Nusantara dengan menggunakan aplikasi e�faktur memperoleh hasil sebesar 61,35% (FPK) dan 8,01% (FPM). Hasil ini
jauh lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan aplikasi manual.
.
Kata Kunci PPN, faktur pajak, e-faktur, SPT Masa PPN
A tax invoice that functions as a means and evidence of the collection of
Value Added Tax (VAT) is still often a problem. These problems usually arise
from the taxpayer itself, among others in the form of issuing multiple tax
invoices, misuse of simple tax invoices, and issuance of fictitious tax invoices.
With the shift in usage from manual tax invoices to e-invoices it is hoped that
changes will be better. One of them is that there are no more frauds such as
fictitious tax invoices that previously had already taken place and harmed the
state and the parties involved in it.
The research method used in this study is a qualitative method. It is said
to be qualitative because this research attempts to explain objects that are
relevant to existing phenomena or problems, therefore this research was
conducted to describe and describe in detail the application of manual tax
invoices and e-invoices to the efficiency of making tax invoices and reporting
VAT tax returns at PT. Indoparta Nusantara.
The results showed that the most efficient e-invoice application was used
by PT. Indoparta Nusantara in the process of making tax invoices up to the
making of the VAT Period SPT report as evidenced from the results of the
efficiency formula calculation, for making output tax invoices and input tax
invoices at PT. Indoparta Nusantara by using the e-invoice application yielded
61.35% (FPK) and 8.01% (FPM). This result is much lower than using a
manual application.
Keywords: Value Added Tax, tax invoice, e-invoice, VAT Period