Abstract :
Penjualan Kredit sangat beresiko tinggi dan dapat menimbulkan piutang tak tertagih yang akan mengakibatkan terganggunya perputaran uang dan menurunnya profitabilitas perusahaan, bahkan bila tidak ada penerapan Sistem Pengendalian Internal dengan baik maka perusahaan akan terdampak sangat fatal yaitu kebangkrutan atau likuidasi.
Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis penerapan prosedur, faktor internal dan faktor eksternal pada sistem pengendalian internal untuk memaksimalkan penagihan piutang tak tertagih pada PT. Duta Paramindo Sejahtera dimana perusahaan tersebut merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang perdagangan property, melakukan kegiatan penjualan apartemen secara tunai dan kredit sebagian besar penjualannya adalah penjualan kredit.
Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara terhadap narasumber yang mempunyai peran penting untuk meniminalisasi piutang tak tertagih.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah perusahaan menerapkan prosedur sistem pengendalian internal piutang tak tertagih terjadi penurunan jumlah piutang tak tertagih rata-rata persentase sebesar 35,87%. Persentase penurunan piutang tak tertagih tertinggi pada tahun 2017 yaitu sebesar 60,66%. Faktor internal bagian penagihan memiliki peranan dalam sistem pengendalian internal yaitu dengan diterapkan sistem pengendalian internal piutang tak tertagih menyebabkan bagian penagihan dapat melakukan penagihan terhadap piutang tak tertagih secara maksimal. Faktor eksternal konsumen memiliki peranan dalam sistem pengendalian internal yaitu dengan merespon SMS yang dikirimkan oleh bagian penagihan.