Abstract :
Program Raskin membantu masyarakat untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin melalui pemenuhan sebagian kebutuhan bahan pangan, dalam bentuk beras. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pelaksanaan program penyaluran Raskin di Sumatera Utara, mengetahui manfaat program Raskin bagi masyarakat di Sumatera utara, mengetahui hal-hal yang masih menghambat keberhasilan pelaksanaan penyaluran bansos di Sumatera Utara, menilai pengendalian internal Perum BULOG atas penyaluran Bansos di Sumatera Utara.Objek penelitian yang penulis pilih adalah Perum Bulog. Penulis menggunakan metodologi deskriptif kualitatif dan penulis menggunakan data sekunder, data primer dan data dokumenter (documentary data).
Berdasarkan hasil penelitian, program Raskin menjadi penting bagi masyarakat setempat, dimana subsidi beras atau oleh masyarakat miskin dapat membantu meringankan beban pengeluaran yang mereka lakukan. Tingkat keberhasilan pelaksanaan raskin di Provinsi Sumatera Utara dapat dikatakan tepat sasaran, jumlah, harga, waktu, kualitas dan administrasi meskipun masih ditemukan ketidaksesuaian dan masih adanya penyimpangan, kendala serta ketidaksesuaian yang dilakukan oleh aparat kelurahan/desa dalam pelaksanaan penyaluran program raskin.
Hal-hal yang masih menghambat keberhasilan pendistribusian raskin di Sumut, penyaluran Raskin yang dilakukan tidak sesuai kriteria pada keluarga miskin, seperti yang ditemukan di lapangan bahwa penyaluran Raskin juga diberikan kepada keluarga yang tidak termasuk Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM), sehingga penyaluran Raskin tidak menyeluruh, berdasarkan waktu pendistribusian, masih ada beberapa aspek yang sengaja mempermainkan prosedur pendistribusian, penganggaran, dan pelaksanaan program atau kebijakan tersebut demi mengambil keuntungan dalam pelaksanaan program atau kebijakan raskin, kualitas beras seperti beras agak beraroma, berhama, beras berwarna kehitam-hitaman, mudah hancur, jika di masak beras tidak tahan lama dan cepat basi/berair maka sangat tidak baik atau tidak layak untuk dikonsumsi.