Abstract :
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana metode Zmijewski dan Grover dalam memprediksi adanya potensi kebangkrutan pada perusahaan pertambangan logam dan mineral yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan mengetahui metode analisis mana yang paling akurat dalam memprediksi kebangkrutan pada perusahaan pertambangan logam dan mineral yang terdaftar di BEI. Objek dalam penelitian ini adalah perusahaan pertambangan logam dan mineral yang terdaftar di BEI periode 2019-2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode purposive sampling. Adapun jumlah sampel perusahaan dalam penelitian ini adalah 10 perusahaan pertambangan logam dan mineral dengan periode pengamatan selama 3 tahun, sehingga jumlah sampel sebanyak 30 sampel. Metode analisis data menggunakan metode Zmijewski dan Grover. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa (1) adanya perbedaan yang signifikan antara model Zmijewski dan Grover dalam memprediksi kebangkrutan pada perusahaan pertambangan logam dan mineral yang terdaftar di BEI. (2) Tingkat akurasi tertinggi dicapai oleh model Zmijewski sebesar 90% sedangkan model Grover sebesar 73,33%, sehingga (3) model Zmijewski merupakan model yang tepat dalam memprediksi potensi kebangkrutan perusahaan pertambangan logam dan mineral yang terdaftar di BEI.
This study is aimed to find out how the Zmijewski and Grover methods
predict the potential for bankruptcy in metal and mineral mining companies
listed on the Indonesia Stock Exchange and to find out which analysis method is
the most accurate in predicting bankruptcy in metal and mineral mining
companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The object of this research
is a metal and mineral mining companies listed on the Indonesia Stock
Exchange in the period of 2019-2021.
The method used in this research is quantitative research with a
descriptive approach. The sampling method used in this study is the purposive
sampling method. The number of samples of companies in this study is 10 metal
and mineral mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange with an
observation period of 3 years, so the sample of this study became 30
companies. The data analysis method used the Zmijewski and Grover.
The results of this study indicate that there is a significant difference
between the Zmijewski and Grover method in predicting bankruptcy in metal
and mineral mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The
highest level of accuracy was achieved by the Zmijewski model of 90% while
the Grover model of 73.33%, so the Zmijewski model is the right model in
predicting bankruptcy in metal and mineral mining companies listed on the
Indonesia Stock Exchange.