Abstract :
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai wajar harga saham undervalue atau overvalue dalam penerapan fundamental analysis menggunakan metode Discounted Cash Flow valuation dengan model Dividend Discount Model (DDM) dan mengetahui penggunaan indikator technical analysis untuk mengetahui waktu beli atau jual suatu saham perusahaan yang akan berguna bagi investor dalam mengambil keputusan investasi.
Penelitian ini dilakukan dengan strategi studi kasus terhadap saham ADRO, PTBA, ITMG dengan menggunakan data selama lima tahun terakhir dari tahun
2017 - 2021. Kemudian dengan data dari laporan keuangan mencari nilai wajar harga saham perusahaan dengan metode Discounted Cash Flow sehingga dapat ditentukan harga saham itu tergolong undervalue atau overvalue pada
fundamental analysis. Dan menentukan waktu beli atau jual saham dapat ditemukan menggunkan Moving Average Convergence Divergence Indicator pada technical analysis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai wajar harga saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk berdasarkan fundamental analysis adalah undervalue dengan nilai wajar harga saham sebesar Rp5,792 per lembar saham. PT Bukit Asam Tbk
berdasarkan fundamental analysis adalah undervalue dengan nilai wajar harga saham sebesar Rp9626 per lembar saham. PT Indo Tambangraya Megah Tbk berdasarkan fundamental analysis adalah undervalue dengan nilai wajar harga
saham sebesar Rp84657 per lembar saham. Dan penggunaan indikator analisis teknikal untuk mengetahui waktu beli saham yang tepat dilakukan ketika harga
saham berada di bawah nilai intrinsik saham atau membentuk pola golden cross.