Abstract :
Penelitian ini bermaksud menemukan formula alokasi pendapatan dari BPJS Kesehatan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya produksi pelayanan pasien yang hasilnya diharapkan dapat memperbaiki kinerja finansial Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif interpretative dengan studi etnometodologi. Di tahun 2019 diawal Pandemi Covid 19 kondisi finansial Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta mengalami kerugian yang signifikan, berbanding terbalik dengan meningkatnya kunjungan pasien BPJS Kesehatan. Formula alokasi pendapatan BPJS Kesehatan yaitu pola mendistribusikan pendapatan untuk
memenuhi kebutuhan biaya operasional, investasi, laba dan pajak. Hasil penelitian menunjukkan selisih negatif tarif Indonesia Case Base Groups (INA CBGs) di bawah tarif rumah sakit sebesar minus -31,47% atau BPJS Kesehatan hanya membayarkan sebesar 68,53% dari tagihan biaya yang diajukan oleh Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta. Alokasi pendapatan berdasarkan Clinical Pathway terutama pada beberapa diagnosa penyakit dan tindakan medis menunjukkan bahwa pendapatan dari BPJS Kesehatan masih mencukupi kebutuhan biaya pelayanan kesehatan.
Kata Kunci : Alokasi Pendapatan, BPJS Kesehatan, Clinical Pathway