DETAIL DOCUMENT
Panggilan Romo Yunus dalam Novel Pohon-Pohon Sesawi Karya Y. B. Mangunwijaya dan Relevansinya terhadap Pengembangan Panggilan Imam
Total View This Week4
Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
GUSMAN, Venansius
Subject
BR Christianity 
Datestamp
2021-09-30 01:22:03 
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menjelaskan panggilan Romo Yunus dalam novel Pohon-Pohon Sesawi karya Y. Mangunwijaya, dan (2) mendeskripsikan dan menjelaskan relevansi panggilan Romo Yunus dalam novel Pohon-Pohon Sesawi karya Y. B. Mangunwijaya terhadap pengembangan panggilan imam. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Objek yang diteliti adalah unsur panggilan Romo Yunus dalam novel PohonPohon Sesawi karya Y. B. Mangunwijaya. Wujud data dalam penelitian ini berupa kata, frase, kalimat, yang terdapat dalam novel Pohon-Pohon Sesawi. Sumber data utama penelitian ini adalah novel Pohon-Pohon Sesawi karya Y. B. Manginwijaya. Sumber data sekunder diperoleh dari kajian terhadap penelitian terdahulu, dan artikel-artikel dalam buku, majalah, jurnal, surat kabar yang berbicara tentang teologi dan praksis imamat; analisis aspek tokoh dalam berbagai karya sastra; situasi sosial, politik, ekonomi Indonesia hingga tahun 1999 yang merupakan tahun kematian Y. B. Mangunwijaya dan tahun terbitan pertama novel Pohon-Pohon Sesawi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis isi terhadap semua sumber data. Langkah yang digunakan dalam teknik analisis isi ditempuh dengan pertama membaca berulang-ulang novel Pohon-Pohon Sesawi. Kedua, mengumpulkan dan mempelajari teori-teori yang relevan dengan penelitian. Ketiga, mencatat, mengurutkan dan menganalisis semua data, kutipan penting sesuai dengan permasalahan. Data dari novel Pohon-Pohon Sesawi dikomparasikan dengan data-data sekunder yang berkaitan dengan tema kajian. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan novel “Pohon-Pohon Sesawi” menampilkan tokoh utama Romo Yunus. Dalam menjalankan tugasnya sebagai gembala umat, Romo Yunus mengembangkan dan menghidupi beberapa keutamaan, yang sangat penting dalam pengembangan hidup imam. Pertama, hidup dalam cinta kasih. Kedua, kekudusan dengan cara setia, penuh tanggung jawab, sesuai tuntutan Gereja dalam melayani sakramen-sakramen, dan mewartakan dan melayani Sabda Allah dan melakukan kegiatan rohani pribadi. Ketiga, kepemimpinan yang unggul dengan cara yang komunikatif, inspiratif, motivatif dan dengan mengandalkan cinta kasih, profesionalitas, integritas, saling mempercayai, belajar terus-menerus, bersandar pada firman Allah dan terbuka pada Roh. Keempat, imam manajer dengan sistem pengelolaan supportif-efektif, sikap mendengarkan, komunikasi secara terbuka dan jujur, mempercayakan dan mendelegasikan wewenang dan bekerja sama dengan baik dengan perangkat pastoral paroki, mampu mengorganisir organisasi DPP dan kelompok kategorial dalam paroki, membuat, mengkoordinir dan melaksanakan program-program yang dibuat bersama. Kelima, intimasi imamat dengan persaudaraan yang kuat, mendalam dan terbuka, saling mendengarkan dan meneguhkan satu sama lain, saling mendoakan. Keenam, promotor panggilan yang baik dengan bersikap rendah hati, ketekunan bekerja, saling mengasihi dan kerja sama persaudaraan dalam pelayanan pastoral. Beberapa keutamaan di atas dapat mengatasi problematika imamat. Intimasi imamat dapat mengatasi kekerasan seksual. Praktik kekudusan yaitu setia, penuh tanggung jawab, sesuai tuntutan Gereja dalam melayani sakramen sakramen, dan mewartakan dan melayani Sabda Allah, serta melakukan kegiatan rohani pribadi dapat mengatasi kelelahan-depresi dan kekeringan spiritual. Kepemimpinan unggul mengatasi kepemimpinan single fighter. 
Institution Info

INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO