Abstract :
Karya ilmiah ini bertujuan untuk (1) menjelaskan makna penghayatan
seksualitas serta arah dan tujuan hidup seksual para biarawan-biarawati, terkhusus
para biarawan Kongregasi Rogasionis,(2) menerangkan kepada pembaca mengenai
konsep seksualitas dan kaul kemurnian dalam hidup membiara dengan bertolak dari
kehidupan para biarawan Kongregasi Rogasionis.
Metode yang dipakai dalam penulisan karya ilmiah ini adalah deskriptif
kualitatif. Objek yang diteliti adalah penghayatan seksualitas para biarawan
Kongregasi Rogasionis dalam terangkaul kemurnian. Sumber data utama tulisan ini
adalah konstitusi Kongregasi Rogasionis. Sumber data sekunder diperoleh dari buku buku sumber lainnya serta wawancara kepada para biarawan Kongregasi Rogasionis.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara membaca literatur-literatur yang
relevan dengan tema tulisan ini serta wawancara dengan beberapa biarawan
Kongregasi Rogasionis.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, penulis menyimpulkan bahwa:
pertama, kaul kemurnian tidak menekan energi seksualitas yang dimiliki oleh para
biarawan-biarawati. Kaul kemurnian memungkinkan mereka bebas mengekspresikan
energi seksualitas yang dimiliki, tetapi dalam kaitannya dengan pelayanan yang
berguna dan bermanfaat bagi kehidupan orang lain. Seperti halnya para biarawan
Kongregasi Rogasionis yang selalu memelihara hidup murni sekaligus
mengekspresikan energi seksualitas yang mereka miliki dengan berdoa bagi
panggilan yang kudus dalam Gereja,menyebarkan“spiritrogateâ€di tengah dunia
serta mengurus para orang miskin dan anak-anak yatim piatu yang menderita.
Dengan demikian, seksualitas tidak hanya berkaitan dengan hal-hal yang bersifat
genital semata, tetapi ia berpautan erat dengan setiap hal yang dihidupi bahkan yang
dilakukan oleh manusia itu sendiri. Kedua, pengikraran kaul kemurnian
memungkinkan para biarawan-biarawati memelihara hidup murni agar tugas
pastoral mereka senantiasa berjalan lancar dan sesuai dengan kehendak Allah.