DETAIL DOCUMENT
Politik Pembangunan Menurut Amartya Sen dan Relevansinya dalam Konteks Indonesia
Total View This Week1
Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
DORENG, Fransiskus Fantura
Subject
B Philosophy (General) 
Datestamp
2021-08-31 05:16:50 
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan konsep dan paradigma politik pembangunan menurut Amartya Sen, dan (2) menjelaskan relevansi konsep dan paradigma politik politik pembangunan Amartya Sen dalam konteks Indonesia. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian kepustakaan. Objek yang diteliti adalah konsep politik pembangunan Amartya Sen. Sumber data diperoleh dari buku-buku dan artikel Amartya Sen dan buku-buku dan artikel-artikel lain yang berkaitan dengan politik pembangunan. Diskursus tentang pembangunan tidak pernah terlepas dari titik tolak atau paradigma yang menjadi landasan dalam kebijakan politik pembangunan. Paradigma pembangunan merupakan titik pijak untuk memahami masalah politik pembangunan yang terjadi dalam kehidupan politik. Paradigma juga memengaruhi cara pandang, problematisasi, dan opsi solutif terhadap realitas pembangunan. Salah satu paradigma yang sering digunakan dalam politik pembangunan adalah konsep pembangunan sebagai pertumbuhan ekonomi. Paradigma pertumbuhan ekonomi menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan kriterium untuk menilai kesuksesan dan kegagalan pembangunan. Oleh karena itu, tujuan utama pembangunan adalah peningkatan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat dicapai dengan dua jalan yakni kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (sistem ekonomi komando). Namun, paradigma pertumbuhan ekonomi dikritik oleh banyak pihak termasuk Amartya Sen. Menurutnya, tujuan pembangunan adalah memperluas kebebasan riil yang dapat dinikmati oleh seseorang. Sen menegaskan beberapa tesis penting sehubungan dengan pembangunan. Pertama, tujuan pembangunan bukanlah pertumbuhan ekonomi melainkan perluasan kebebasan dan kapabilitas seseorang. Manusia adalah subjek/agen dan tujuan pembangunan. Kedua, demokrasi memiliki korelasi positif dengan pembangunan. Ketiga, peniadaan derita dan ketidakbebasan ialah imperatis etis-normatif dalam politik pembangunan. Gagasan politik pembangunan Amartya Sen memiliki beberapa relevansi dalam konteks pembangunan di Indonesia. Pertama, otoritarianisme Orde Baru dan ilusi pertumbuhan ekonomi. Kedua, labelisasi PKI/Gestapu dan deprivasi kapabilitas. Ketiga, otonomi daerah dan relasi asimetris dalam pembangunan. Keempat, menggali kembali warisan ekonomi kerakyatan. Kelima, postulat ketidaktahuan dalam politik pembangunan. Keenam, etika penderitaan sebagai konsensus politik pembangunan global. 
Institution Info

INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO