Abstract :
Penulisan Skripsi ini bertujuan untuk; pertama, mencari dan menjelaskan apa yang
rasional dalam rasionalitas komunikatif Jürgen Habermas; kedua, mencari apa yang rasional
dalam diskursus politik dalam ruang politik di Indonesia, dan ketiga, bagaimana peran yang
rasional dalam rasionalitas komunikatif Jürgen Habermas bagi diskursus politik di Indonesia?
Metode yang dipakai dalam penulisan skripsi ini adalah metode deskriptif analitis kritis.
Objek yang dikaji adalah yang rasional dalam rasionalitas komunikatif Jürgen Habermas dan
sumbangannya bagi politik di Indonesia. Sumber utama dalam penulisan skripsi ini adalah buku
Philosophical Introduction Five Approaches to Communicative Reason, The Theory of
Communicative Action 1: Reason and The Rationalization, Justification and Application:
Remarks on discourse ethics, Knowledge and Human Interest dan The Philosophy of Habermas.
Sumber-sumber lain dalam penulisan skripsi ini adalah buku-buku yang berkaitan dengan
pemikiran rasionalitas komunikatif Jürgen Habermas dan literatur-literatur tentang politik di
Indonesia.
Skripsi ini menyoroti tiga persoalan utama. Pertama, apa itu yang rasional dalam
rasionalitas komunikatif Jürgen Habermas? Rasionalitas komunikatif Jürgen Habermas adalah
sebuah upaya pencarian pemahaman timbal balik lewat diskursus dalam ruang publik. Dalam
rasionalitas komunikatif, Habermas menekankan pentingnya mengungkapkan tiga klaim
validitas dalam komunikasi yaitu klaim kejujuran, ketepatan dan kebenaran. Klaim-klaim
validitas ini mengungkapkan kesahihan sebuah argumentasi. Kedua, apa yang rasional dalam
ruang politik di Indonesia? Sebuah kebijakan politik dikatakan rasional jika kebijakan itu dicapai
lewat diskursus atau konsensus bersama. Di dalam negara demokrasi, segala sesuatu yang
berkaitan dengan kebijakan publik harus dibuat berdasarkan pertimbangan dan kesepakatan
bersama rakyat di dalam ruang publik. Negara, dalam hal ini pejabat publik tidak bisa dibenarkan
jika mereka menggunakan otoritasnya sebagai penguasa dalam membuat kebijakan publik.
Ketiga, apa peran yang rasional dalam rasionalitas komunikatif Jürgen Habermas bagi ruang
politik di Indonesia? Habermas menekankan pentingnya komunikasi dalam membangun
pemahaman intersubyektif di dalam faktum pluralitas. Peran komunikasi sangat membantu bagi
perkembangan demokrasi yang berkualitas dan bermartabat. Oleh karena itu, kebijakan publik
harus dibuat atas dasar diskursus dan konsensus bersama di dalam ruang publik.