Abstract :
ABSTRAK
Banyak pihak mengkritisi bahwa sistem perekonomian nasional masih belum cukup
memihak dan memberikan kesempatan kepada UMKM, terutama dari sisi
permodalan. Perbankan dianggap masih setengah hati dalam menyalurkan kredit
kepada UMKM. Salah satu indikator dari kondisi tersebut adalah kesulitan UMKM
untuk mendapatkan akses permodalan dari lembaga keuangan formal terutama
perbankan.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendapatan, tingkat pendidikan,
lama usaha secara parsial terhadap pemberian kredit UMKM dan untuk mengetahui
pengaruh pendapatan, tingkat pendidikan, lama usaha secara simultan terhadap
pemberian kredit UMKM.
Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang dinasabah bank BPR. maka
peneliti mengambil sample sebanyak 50 masyarakat yang memiliki usaha kecil dan
menengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling.
Teknik analisis data yang digunakan uji regresi linier berganda, uji F dan uji t.
Hasil penelitian membuktikan bahwa pendapatan secara parsial berpengaruh positif
signifikan terhadap jumlah kredit UMKM di PD BPR Kabupaten Madiun. Tingkat
pendidikan nasabah secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah
kredit UMKM di PD BPR Kabupaten Madiun. Lama usaha secara parsial
berpengaruh positif signifikan terhadap jumlah kredit UMKM di PD BPR Kabupaten
Madiun. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa Pendapatan Usaha, Lama Usaha
Pendidikan, secara simultan/ serentak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
jumlah kredit UMKM. koefisien determinasi berganda (Adj.R2) yaitu sebesar 0,758
yang berarti bahwa variabel pendapatan, tingkat pendidikan, lama usaha telah
mampu menjelaskan jumlah kredit UMKM sebesar 75,8% dan sisanya 24,2%
dijelaskan oleh sebab atau variabel yang lain yang tidak dijelaskan dalam model
penelitian seperti tingkat bunga, usia responden dan lain-lain.