Abstract :
ABTRAKSI
Penelitian terhadap financial distress sering kali digunakan dalam meneliti apakah
perusahaan tersebut mengalami financial distress atau non-financial distress.
Financial distress dapat membawa suatu perusahaan mengalami kegagalan
(corporate failure) pada kontraknya yang akhirnya dapat dilakukan restrukturasi
financial antara perusahaan. Tujuan dari penelitian financial distress ini yaitu sebuah
peringatan awal atau early warning bagi perusahaan, investor, kreditur maupun pihak
lain yang terkait dengan perusahaan tersebut. Sampel yang digunakan dlam penelitian
ini adalah sebesar 15 perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif
kuantitatif da. Variabel penelitian ini adalah current ratio, quick ratio, debt to asset
ratio, stockholder equity ratio, return on asset, tingkat suku bunga dan kurs sebagai
variabel independen dan financial distress sebagai variabel dependen dengan analisis
menggunakan regresi logistik. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa
current ratio, tingkat suku bunga dan kurs tidak berpengaruh signifikan terhadap
financial distress dengan nilai sig melebihi 5%. Sedangkan quick ratio, debt to asset
ratio, stockholder equity ratio dan return on asset berpengaruh signifikan terhadap
financial distress, tetapi untuk debt to asset ratio dan return on asset berpengaruh
signifikan negatif. Jika nilai debt to asset ratio dan return on asset positif, maka
hasilnya nilai sig rendah, dan sebaliknya.
(keyword: financial distress, bankrupty, laporan keuangan)