Abstract :
ABSTRAKSI
Pergerakan IHSG yang fluktuatif akan berdampak pada persepsi investor
dan calon investor terhadap pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan yang
cenderung tidak stabil akan mengurangi minat investor untuk berinvestasi di pasar
modal. Apabila IHSG cenderung turun, maka para investor pun akan melakukan
aksi jual yang akan berdampak pada penurunan harga saham perusahaan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor ekonomi makro
yang terdiri dari Inflasi, Suku Bunga SBI, PDB dan Kurs mempengaruhi Indeks
Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia Tahun 2000-2015.
Sampel penelitian ini adalah data PDB per kapita, inflasi, Suku Bunga
SBI, Kurs dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia
Tahun 2000-2015. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian
ini adalah Purposive sampling
Hasil penelitian membuktikan bahwa variabel Produk Domestik Bruto
berpengaruh positif signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di
BEI. Variabel tingkat Inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks
Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI. variabel sertifikat bank Indonesia (SBI)
berpengaruh negative signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
di BEI, dan variabel Nilai Tukar berpengaruh negative signifikan terhadap Indeks
Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI.