Abstract :
ABSTRAKSI
Kualitas laba adalah jumlah yang diperoleh dari perusahaan dalam satu periode penuh
untuk menjaga kemampuan dari awal sampai akhir. Tujuan dari penelitian adalah untuk
mengetahui pengaruh konservatisme dan IFRS terhadap kualitas laba pada perusahaan
manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah
komparatif bersifat kuantitatif. Komparatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk
membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang
berbeda atau lebih dari satu. Bersifat kuantitatif yaitu yang menjelaskan dan
menggambarkan secara induktif, objektif dan ilmiah, di mana data yang di peroleh
berupa angka-angka (score, nilai) atau pernyataan-pernyataan yang di nilai, dan
dianalisis dengan analisis statistik yang dijadikan objek penelitian melalui
pengujian hipotesis. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2007 dan 2013-2015. Sampel yang dipilih
menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria yang ditentukan sehingga
diperoleh sampel 7 perusahaan. Metode analisis menggunakan analisis regresi linear
sederhana. Penelitian ini mempertimbangkan variabel Konservatisme yang diukur dengan
total akrual (sebelum depresiasi), IFRS diukur dengan total akrual (sebelum depresiasi)
sebagai variabel independen terhadap kualitas laba yang diukur dengan Earning
Suprising Index sebagai variabel dependen. Hasil penelitian ini adalah terdapat perbedaan
tingkat konservatisme akuntansi laporan keuangan sebelum dan sesudah konvergensi
IFRS. Tingkat konservatisme akuntansi laporan keuangan sebelum konvergensi IFRS
terbukti lebih tinggi dibandingkan tingkat konservatisme akuntansi laporan keuangan
sesudah konvergensi IFRS. Dengan kata lain, sesudah konvergensi IFRS laporan
keuangan menjadi kurang konservatif. Dan juga penelitian ini membuktikan bahwa
konservatisme dan IFRS terdapat perbedaan terhadap kualitas laba Hal ini menunjukkan
bahwa konservatisme dan IFRS tidak menjadi faktor dalam kualitas laba. Meskipun
konsep IFRS mampu meningkatkan Kualitas Laba, dibandingkan Konservatisme.