Abstract :
ii
ABSTRAK
Saat ini tidak hanya suami saja yang harus bekerja, tetapi istri juga harus
bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Sebagai ibu rumah tangga yang
bekerja, wanita dituntut untuk dapat memerankan dua peran sekaligus ; peran
sebagai ibu rumah tangga dan peran sebagai pegawai. Peran ganda wanita yang
ideal menuntut tugas seorang ibu rumah tangga sekaligus sebagai wanita karir
sehingga memungkinkan terjadinya stress yang memicu menurunnya kinerja.
Penelitian ini dilakukan Yayasan Bhakti Luhur. Penelitian ini
menggunakan Konflik Peran Ganda sebagai variabel independen, Stres Kerja
sebagai variabel intervening, dan Kinerja sebagai variabel dependen. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh konflik peran ganda terhadap
kinerja karyawan serta stres kerja sebagai variable intervening. Sampel yang
digunakan adalah pendidik wanita dimana jumlah sampel yang ditetapkan pada
penelitian ini sebanyak 40 responden dengan menggunakan metode probability
sample. Analisis yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi
klasik, uji model, analisis regresi linier dan intervening.
Data ? data yang telah di olah dengan menggunakan program SPSS
menghasilkan persamaan regresi sebagai berikut :
Y1 = 3,502 + 0,690X1
Y2 = -0,385 X1 - 0,411 Y1
Berdasarkan uji-t yang dilakukan dan hasil analisis regresi linier 1 di atas
dapat diketahui bahwa Konflik peran ganda berpengaruh positif dan signifikan
terhadap Stres Kerja dan pada hasil analisis regresi linier 2 diketahui bahwa
Konflik Peran Ganda dan Stres Kerja berpengaruh negatif terhadap Kinerja. Dan
berdasarkan hasil dua analisis regresi linier di atas dapat dilakukan uji intervening
sehingga diketahui bahwa, pengaruh langsung lebih efektif dalam mempengaruhi
kinerja karyawan, daripada pengaruh tidak langsung melalui stres kerja, karena
dilihat dari koefisien pengaruh langsung variabel konflik peran ganda terhadap
kinerja karyawan lebih besar daripada pengaruh tidak langsung
Kata kunci : konflik peran ganda,kinerja,stres kerja.iii
ABSTRACT
Today not only husbands who have to work, but his wife must also work
to meet the needs of his family. As a housewife who work, women are required to
be able to play two roles at once; role as a housewife and a role as an employee.
The double role of the ideal woman demanding duties of a housewife as well as a
career woman so as to allow the occurrence of stress that triggered the decline in
performance.
The research was conducted by Yayasan Bhakti Luhur. This study uses a
Dual Role Conflict as an independent variable, Job Stress as an intervening
variable, and performance as the dependent variable. The purpose of this study
was to analyze the effect of a dual role conflict on employee performance and job
stress as an intervening variable. The samples are preceptress where the number of
samples defined in this study as many as 40 respondents using probability sample.
The analysis includes the validity, reliability, classic assumption test, test models,
linear regression analysis and intervening.
Data - data that has been at for using SPSS produce regression equation as
follows:
Y1 = 3.502 + 0,690X1
X1 Y2 = -0.385 - 0.411 Y1
Based on t-test were performed and the results of linear regression analysis
1 above it can be seen that the dual role conflict and significant positive effect on
Job Stress and the second linear regression analysis known that the Dual Role
Conflict and Job Stress negatively affect performance. And based on the results of
two linear regression analysis above can be tested intervening in order to know
that, the direct effect is more effective in influencing the performance of the
employee, rather than the indirect effect through the stress of work, as seen from
the coefficient direct influence conflict variable dual role on the performance of
employees is greater than indirect effect
Keywords: conflict of roles, performance, work stress.