Abstract :
Desa Ngampungan merupakan salah satu desa yang memiliki potensi alam yang dapat
dioptimalkan menjadi destinasi wisata, yaitu sumber air Pandansili. Sumber air Pandansili ini
merupakan salah satu peninggalan penjajahan jaman Belanda yang kemudian dibangun kembali
atas usulan dari masyarakat desa Ngampungan pada tahun 2019. Wisata air Pandansili
merupakan wisata desa berbasis masyarakat yang menjadikan masyarakat lokal sebagai tokoh
utama. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi konsep Community
Based Tourism (CBT) sebagai upaya dalam mencapai Sustainble Development Goals (SDGs)
desa. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, subjek penelitian wisata air Pandansili ini
dikelola oleh Pokdarwis, masyarakat desa, BUMDES, da pemerintah desa Ngampungan. Metode
penelitian yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa (1) Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat atau Community Based
Tourism (CBT) sudah memenuhi empat dimensi dan sudah menjadikan masyarakat lokal
sebagai tokoh utama dalam mengembangkan dan mengelola wisata air Pandansili. (2) Kontribusi
wisata air Pandansili belum 100% membantu memenuhi indikator tipe desa Ekonomi Merata
dalam Sustainable Development Goals (SDGs) desa. Namun sejauh ini beberapa indikator tipe
Desa Ekonomi Merata dalam Sustainable Development Goals (SDGs) desa sudah dicapai
seperti, menurunnya tingkat pengangguran sebesar 5% dan meningkatnya pengunjung wisata air
Pandansili setiap tahunnya.
Kata Kunci : Community Based Tourism, Desa Wisata, Sustainable Development Goals
(SDGs) Desa