Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh arus kas dan kinerja
keuangan terhadap financial distress. Arus kas diukur dengan menggunakan rasio
yang membandingkan arus kas dengan total kewajiban, sedangkan kinerja
keuangan diukur menggunakan laba berupa earning before tax.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Sampel dalam penelitian
ini diperoleh dengan menggunakan metode purposive sampling, yaitu pemilihan
sampel berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan. Berdasarkan metode
purposive sampling tersebut didapatkan sampel sebanyak 185 sampel dari 37
perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi (consumer good industry) yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahu 2014-2018. Metode analisis yang
digunaan adalah analisis regresi berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus kas berpengaruh negatif
terhadap financial distress. Semakin tinggi nilai arus kas maka semakin tinggi
kemampuan perusahaan dalam melaksanakan kewajibannya sehingga dapat
mengurangi resiko perusahaan dalam menghadapi kondisi financial distress.
Begitu pula dengan laba sebagai pengukur kinerja keuangan yang berpengaruh
negatif terhadap financial distress.Semakin tinggi laba yang dihasilkan
perusahaan maka dapat membantu perusahaan untuk menjamin berlangsungnya
kehidupan perusahaan dan meyakinkan investor bahwa kondisi perusahaan sedang
dalam kondisi baik atau stabil sehingga akan membantu perusahaan dalam
menekan kemungkinan terkenanya financial distress.
Kata kunci: Arus Kas, Laba, Financial Distress