Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan antara model prediksi
Springate, Ohlson, Zmijewksi, dan Grover serta untuk menguji model prediksi yang
paling akurat dalam memprediksi financial distress pada perusahaan pertambangan
batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2012-2016.
Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling,
sehingga diperoleh sampel berjumlah 17 perusahaan pertambangan batubara yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pengujian pada masing-masing model prediksi
dilakukan dengan menggunakan uji paired sample t-test dan tingkat akurasi
berdasarkan kondisi yang sebenarnya di perusahaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara model
Springate, Ohlson, Zmijewski, dan Grover dalam memprediksi kondisi financial
distress pada perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia periode 2012-2016. Hasil penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa
model Springate memiliki tingkat akurasi sebesar 85%, sedangkan model
Zmijewski, Grover dan Ohlson masing-masing memiliki tingkat akurasi sebesar
66%, 65% dan 62%. Sehingga disimpulkan bahwa model Springate merupakan
model prediksi paling akurat dalam memprediksi kondisi financial distress pada
perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Kata Kunci : Financial Distress, Springate, Ohlson, Zmijewksi, Grover