Institusion
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya
Author
PRATAMA, UMI NURISTA FEBRIYANTI
Subject
H Social Sciences (General)
Datestamp
2020-01-02 03:30:46
Abstract :
Manajemen laba merupakan konflik kepentingan yang terjadi antara
manajer sebagai agen dan pemilik/pemegang saham sebagai prinsipal. Di mana
akibat dari praktik manajemen laba akan berpengaruh terhadap laba yang
dilaporkan. Manajemen laba yang dilakukan oleh manajemen dengan
memanfaatkan kebijakan akuntansi akrual dilakukan karena adanya ketidakpastian
dalam persaingan bisnis yang membuat perusahaan menghadapi fluktuasi laba
yang tidak menentu. Hal ini dapat menimbulkan adanya upaya manajemen dalam
memanipulasi laba yang dilaporkan sehingga mengakibatkan asimetri informasi.
Hal ini sesuai dengan agency theory yaitu teori yang berfokus pada masalah yang
timbul antara prinsipal dan agen dalam pemisahan kepemilikan dan pengendalian
terhadap perusahaan. Masalah keagenan timbul saat prinsipal kesulitan untuk
memastikan bahwa agen bertindak untuk memaksimumkan kesejahteraan
principal. Sedangkan pengungkapan informasi keuangan merupakan alat yang
penting guna mengatasi masalah keagenan yang terjadi antara manajemen dan
pemilik, karena dipandang sebagai upaya untuk mengurangi asimetri informasi.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Sampel penelitian ini
adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)
periode 2013-2017. Total keseluruhan sampel yang digunakan dalam penelitian
ini adalah 12 perusahaan yang ditentukan menggunakan teknik purposive
sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis
regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan pendapatan
komprehensif lain dan kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap manajemen
laba. Sedangkan kebijakan investasi berpengaruh positif terhadap manajemen
laba.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa pengungkapan pendapatan
komprehensif lain tidak berpengaruh terhadap manajemen laba karena semakin
luas pengungkapan yang yang dilaporkan maka akan semakin sedikit terjadinya
praktik manajemen laba atau dengan kata lain pengungkapan pendapatan
komprehensif lain dapat meningkatkan transparansi informasi dalam laporan
keuangan dan mempersempit kesempatan praktik manajemen laba. Kebijakan
dividen tidak berpengaruh terhadap manajemen laba karena Kebijakan dividen
bukan bergantung pada keputusan manajemen perusahaan namun kebijakan
dividen bergantung pada rapat umum pemegang saham. Oleh karena itu kebijakan
dividen tidak dilakukan oleh satu pihak tetapi juga terdapat pengaruh tidak
langsung oleh pemegang saham. Kebijakan investasi berpengaruh positif terhadap
manajemen laba karena laba yang dilaporkan belum tentu menggambarkan
keadaan yang sebenarnya serta kemungkinan laba yang dinyatakan dalam laporan
keuangan terdapat manipulasi.
Kata kunci : Dividen, Investasi, Agency Theory, Manajemen Laba