Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menguji: (1) pengaruh rasio likuiditas terhadap
financial distress, (2) pengaruh solvabilitas terhadap financial distress, (3)
pengaruh operating capacity terhadap financial distress. Rasio likuiditas diukur
menggunakan proksi Current Ratio (CR), solvabilitas diukur menggunakan Debt
to Asset Ratio (DAR), dan operating capacity diukur menggunakan Total asset
turnover (TATO). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Sampel yang digunakan
dalam penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling yaitu pemilihan
sampel dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukan. Jumlah sampel penelitian
yang diperoleh 60 data penelitian dari 12 perusahaan. Sampel yang digunakan
dalam penelitian ini yaitu perusahaan transportasi yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (BEI) pada periode 2017-2021. Metode analisis yang digunakan dalam
penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa: (1) rasio likuiditas tidak berpengaruh terhadap financial distress. Hal ini
menunjukkan bahwa perusahaan mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya;
(2) Solvabilitas tidak berpengaruh terhadap financial distress. Hal ini menunjukkan
bahwa perusahaan tingkat hutangnya yang tinggi dapat memenuhi biaya aset dan
untuk kebutuhan operasional; (3) Operating capacity berpengaruh terhadap
financial distress. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan belum mampu dalam
mengelola aset-asetnya untuk keperluan operasi