Abstract :
Perusahaan properti dan real estate di Indonesia bergerak pada bidang
pengembangan jasa dengan memfasilitasi pembangunan kawasan-kawasan
terpadu dan dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
profitabilitas (Net Profit Margin), likuiditas (Quick Ratio), struktur modal (Debt
to Equity Ratio) dan inflasi terhadap harga saham pada perusahaan properti dan
real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021. Jenis
penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel penelitian
ini menggunakan metode purposive sampling sesuai dengan kriteria yang telah
ditentukan dan didapatkan sebanyak 7 perusahaan anggota sampel dari 77
perusahaan properti dan real estate. Sumber data yang digunakan menggunakan
data sekunder penelitian berupa laporan keuangan neraca dan laporan laba rugi
perusahaan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier
berganda dengan aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Net Profit Margin (NPM) berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga
saham yang artinya naik dan turunnya Net Profit Margin (NPM) memberi
pengaruh yang bermakna terhadap harga saham. Quick Ratio (QR) berpengaruh
negatif dan signifikan terhadap harga saham yang artinya naik dan turunnya Quick
Ratio (QR) memberi pengaruh yang bermakna terhadap harga saham. Debt to
Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif dan signifikan yang artinya naik dan
turunnya Debt to Equity Ratio (DER) memberi pengaruh yang bermakna terhadap
harga saham. Inflasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap harga
saham yang artinya naik dan turunnya inflasi tidak menyebabkan perubahan yang
besar terhadap harga saham. Sebaiknya perusahaan properti dan real estate lebih
memperhatikan inflasi dengan mampu mengelola harga yang baik agar naiknya
harga saham tetap pada batas normal. Tetapi Net Profit Margin (NPM), Quick
Ratio (QR), Debt to Equity Ratio (DER) juga tetap diperhatikan karena dapat
menjadi tolak ukur keberhasilan perusahaan.