Abstract :
Kapang Monascus sp secara tradisional telah digunakan dalam fermentasi beras merah (angkak) yang bermanfaat sebagai pewarna makanan, pengawet makanan maupun obat-obatan. Saat ini, beras angkak telah menjadi suplemen makanan yang terkenal karena banyaknya senyawa bioaktif yang terkandung seperti monakolin, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas senyawa monacolin sebagai antikolesterol, serta memprediksi toksisitas senyawa melalui studi in silico. Senyawa uji terdiri dari 14 senyawa monacolin. Protein HMG KoA (3-hidroksi-3- metilglutaril koenzim A) reduktase digunakan sebagai reseptor antikolesterol. Perangkat lunak AutoDock digunakan untuk menganalisis kompleks struktural reseptor dengan senyawa uji. Prediksi toksisitas dilakukan menggunakan perangkat lunak ADMET predictor dan pkCSM. Prediksi toksisitas dan hasil docking menunjukkan bahwa monakolin L menunjukkan aktivitas antikolesterol yang baik terhadap HMG KoA reduktase. Studi simulasi molecular dynamic menggunakan software MOE 2010. Data hasil simulasi berupa nilai energi konformasi (kcal/mol), ikatan hidrogen, dan kesamaan asam amino yang menunjukkan kestabilan interaksi ligan senyawa monakolin terhadap asam amino pada reseptor. Hasil molecular dynamic menunjukkan bahwa monacolin L stabil karena memiliki nilai energi konformasi yang rendah yaitu -10.22 kcal/mol dan terdapat dua asam amino yang membentuk ikatan hidrogen dengan sisi aktif reseptor yaitu Arg A:568 dan His A:752, serta memiliki 5 residu asam amino yang sama dengan hasil docking.
Kata kunci: antikolesterol, in silico, molecular dynamic, Monascus sp, metabolit sekunder.