Abstract :
Kasus Pneumonia jenis baru menjadi perhatian dunia terutama bidang Kesehatan pada desember 2019 lalu, pertama kali dilaporkan dari Wuhan, Provinsi Hubei, China. Virus ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia dan telah menyebar secara luas di China dan lebih dari 190 negara dan teritori lainnya. Protease inhibitor Lopinavir, Ritonavir, Remdesivir yang bekerja pada RNA polimerase virus (Main Protease) dapat memberikan aktivitas baik dalam pengikatan dengan reseptor secara in silico dan potensial sebagai penghambat COVID-19. senyawa obat uji dianalisis terlebih dahulu dengan aturan lipinski rule's of five, dilakukan uji toksisitas menggunakan program Toxtree, simulasi Molecular Docking menggunakan AutodockTools dan simulasi Molecular Dynamic menggunakan MOE (Molecular Operating Environtment). Hasil Molecular Docking obat favipiravir dengan reseptor 5RF3 sebesar -6.32 kkal/mol, obat Lopinavir dengan reseptor 5RL4 sebesar -17.86 kkal/mol, obat Ritonavir dengan reseptor 5RL5 sebesar -17.19 kkal/mol , dan obat Remdesivir dengan reseptor 5R83 sebesar -14.90 kkal/mol. Hasil Molecular Dynamic senyawa obat Favipiravir, Lopinavir, Remdesivir, dan Ritonavir dilihat dari hasil procheck ramachandran hasil persentase most favoured region 50% dan disallowed region 15%, uji toksisitas menggunakan Toxtree diperoleh kategori kelas III, tidak bersifat karsinogenik genotoksik dan nongenotoksik. Senyawa obat uji memiliki interaksi yang kuat dan stabil sehingga dapat dijadikan sebagai kandidat yang berpotensi sebagai pengobatan anti SARS-CoV-2.