DETAIL DOCUMENT
STUDI LITERATUR PREVALENSI INFEKSI TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH) PADA ANAK SEKOLAH DASAR BERDASARKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI PULAU JAWA TAHUN 2015-2019
Total View This Week0
Institusion
UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA
Author
Primana, Gia
Subject
KTI DIII-Analis Kesehatan/TLM 
Datestamp
2020-08-19 04:45:21 
Abstract :
STUDI LITERATUR: PREVALENSI INFEKSI TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH) PADA ANAK SEKOLAH DASAR BERDASARKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI PULAU JAWA TAHUN 2015-2019 Gia Primana Program Studi Diploma III Analis Kesehatan, STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya ABSTRAK Latar Belakang Infeksi kecacingan adalah salah satu penyakit infeksi yang masih menjadi masalah di dunia terutama pada anak-anak di negara berkembang. Penyebabnya adalah cacing golongan STH, jenis cacing yang sering menginfkesi yaitu Ascaris lumbricoides, Trichuris trichuira, Ancyolstoma duodenale dan Necator americanus. Di Indonesia sendiri prevalensi kecacingan tahun 2012 menunjukkan angka diatas 20% dengan prevalensi tertinggi mencapai 76,67%, prevalensi infeksi kecacingan sampai dengan tahun 2013, survei pada anak SD menunjukkan angka 0‐85,9% (survei di 175 kabupaten/kota) dengan rata‐rata prevalensi 28,12% Tujuan Kajian studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi telur Soil Transmitted Helminth (STH) pada anak sekolah dasar berdasarkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di Pulau Jawa tahun 2015-2019. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan jenis penelitian studi literatur. Hasil yang didapatkan dari 15 data jurnal dan artikel prevalensinya 28,65% hasil tersebut, menunjukan bahwa tingkat infeksi cacing akibat telur soil tranmitted helminths terhadap anak SD di Pulau Jawa tahun 2015-2019 termasuk dalam kategori endemisitas sedang, karena menurut WHO hasil angka tersebut masuk kedalam rentan nilai prevalensi ≥ 20% - <50%. Terkait dengan PHBS anak SD dari setiap tahunnya menunjukan peningkatan jumlah anak yang menerapkan PHBS dalam kehidupan kesehariannya, sehingga bisa menekan angka kasus terjadinya kecacingan, namun masih terdapat beberapa anak yang belum menjalankan PHBS tersebut secara maksimal, dalam artian tidak semua siswa taat menjalankannya, hal tersebut perlu di sosialisasikan lagi khususnya untuk penyelenggara pendidikan dan tim kesehatan setempat seperti puskesmas agar lebih mengupayakan edukasi atau penyuluhan lebih optimal ke anak-anak SD, sehingga penyakit cacingan ini dapat menurun lagi tingkat prevalensi endemisitasnya. Kata Kunci: PHBS, Soil Transmitted Helminths, Anak Sekolah 
Institution Info

UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA