Abstract :
Petis merupakan produk hasil olahan dari daging, ikan atau udang yang
berbentuk pasta, menyerupai bubur kental, liat, elastis yang dikategorikan
sebagai makanan semi basah. Petis digunakan sebagai bumbu masakan daerah
seperti rujak cingur, rujak uleg manis. Petis yang disimpan terlalu lama
kemugkinan petis ini mengandung mokroorganisme seperti jamur karena petis
merupakan media yang sesuai untuk pertumbuhan jamur dengan kandungan
karbohidrat dan kadar gula yang tinggi akan dijadikan sebagai sumber energi
untuk pertumbuhannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
adanya jamur Aspergillus sp pada petis dipasar tradisional Arosbaya.
Penelitian ini merupakan penelitian destriptif observasional dengan
populasi sampel dari pasar tradisional Arosbaya. Sampel yang digunakan yaitu
20 sampel. Sampel diambil menggunakan total sampling. Penelitian dilakukan
di Laboratorium Mikrobiologi STIKes Ngudia Husada Madura dengan
menggunakan Media Potato Dextrose Agar (PDA).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penelitian positif atau
ditemukan 10% positif jamur Aspergillus sp, 30% positif jamur Rhizopus sp dan
60% negatif jamur Asperghillus sp. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel
petis yang di jual di pasar tradisional Arosbaya di temukan tidak semua positif
jamur Aspergillus sp dan ditemukan juga jamur Rhizopus sp.