Abstract :
ABSTRAK
Spotting yaitu bercak darah yang keluar setelah penggunaan alat kontrasepsi
suntik hormonal yang mengandung progestin atau progesterone, akibat dari
ketidak seimbangan hormone dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk
menggambarkan kejadian spotting pada pengguna alat kontrasepsi suntik 3 bulan
Berdasarkan studi pendahuluan di BPM Hj. Musdalifah pada bulan (Oktober-
Desember) terdapat 42 akseptor KB suntik 3 bulan, di antara akseptor tersebut,
yang menjalani efek samping amenorrhea sebanyak 15 akseptor (17,6%), dan
kenaikan berat badan sebanyak 18 akseptor (21,2%), serta mengalami keluhan
spotting sebanyak 19 akseptor (22,4%) Tujuan penelitian ini untuk menganalisis
asuhan kebidanan pada akseptor KB suntik 3 bulan dengan spotting dengan
menggunakan pendekatan manajemen varney.
Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif studi kasus.
penelitian dilakukan di BPM HJ. Musdalifah sepiluh bangkalan bulan April 2020.
Partisipan penelitian ini adalah 2 akseptor baru KB suntik 3 bulan yang mengalami
spotting. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan
dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi dari keluarga
partisipan dan tenaga kesehatan.
Hasil penelitian didapatkan kedua partisipan mengeluh mengalami
perdarahan bercak diluar siklus menstruasi dan waktunya lama sejak
menggunakan Kb suntik 3 bulan. Pada partisipan 1 terjadi spotting dalam 1 kali siklus sedangkan partisipan 2 terjadi spotting dalam 3 kali siklus. Kedua partisipan tidak ada yang memiliki riwayat penyakit kronis dan ginekologi. Setelah diberikan implementasi yang sama pada kedua partisipan didapatkan partisipan 1 teratasipada hari keenam, dan partisipan 2 teratasi pada hari kedelapan.
Berdasarkan hasil penelitian diharapkan ibu mengetahui dan mengerti tentangefek samping kontrasepsi KB suntik 3 bulan dengan spotting dan banyak menkomsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi.