DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN UMUR IBU SAAT MELAHIRKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGKALAN
Total View This Week0
Institusion
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudia Husada Madura
Author
Fitriana, Fitriana
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2021-11-09 03:52:53 
Abstract :
ABSTRAK Pada masa pertumbuhan, balita membutuhkan asupan gizi yang cukup dalam jumlah dan kualitas yang lebih banyak karena balita umumnya mempunyai aktivitas fisik yang cukup tinggi. Prevalensi stunting di Puskesmas Bangkalan usia 0-5 tahun yaitu sebesar 43,2% dan terbesar berada di desa Kramat sebanyak 25%. Salah satu faktor penyebabnya usia ibu saat melahirkan baik itu usia ibu terlalu muda atau terlalu tua sehingga menyebabkan resiko tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu Menganalisis hubungan usia ibu saat melahirkan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bangkalan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif sedangkan menurut waktunya menggunakan Retrospektif. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu usia ibu saat melahirkan sedangkan variabel terikat yaitustunting.Pengumpulan data menggunakan kuesioner, data diambil dari semua balita usia 24-59 bulan di desa Kramat Kecamatan Bangkalan sebanyak 93 orang dan hasilnya dianalisis secara deskriptif dan korelasi menggunakan uji Rank Spearman. Umur ibu sebagian besar berumur ? 20 tahun ( 96,3%), sedangkan umur ibu yang ? 20 tahun sebanyak 2 orang ( 3,7 % ). Dan jumlah anak stunting sebanyak 32 orang (59,3%). Berdasarkan hasil uji statistic Rank Spearman dengan menggunakan SPSS di dapatkan nilai probability (p) lebih kecil dari pada alpha (0,33 ? 0,05), Umur ibu saat melahirkan sangat berpengaruh pada kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan, sehingga orang tua diharapkan dapat memahami tentang kematangan atau idealnya usia menikah dan melahirkan secara medis dan psikologis. 
Institution Info

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudia Husada Madura