Abstract :
Anggapan bahwa penyakit yang diderita tidak dapat sembuh menjadi hal yang paling utama. Penyebab stress dan hipertensi pada pasien diabetes melitus tipe 2 dikarenakan ketidakmampuannya koping individu disertai kurangnya spiritualitas yang dimiliki. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan Spiritualitas dengan tingkat stress dan hipertensi pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkalan.
Desain penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan crossectional. Sampel 42 responden menggunakan motode random sampling. Variabel independen spiritualitas dan variabel dependen tingkat stress dan hipertensi. Penelitian ini mengguakan 2 kusioner yaitu kuisioner spiritualitas, tingkat stress dan alat pengukur tekanan darah. Uji statistik yang digunakan adalah Spearman Rank.
Hasil penelitian sebagian besar menunjukkan spiritualitas sedang 23 responden(54.8%), tingkat stress hampir setengahnya stress sedang 15 responden(35.7%), dan hipertensi hampir setengahnya hipertensi sedang sejumlah 17 responden(40,5%). Berdasarkan uji statistik didapatkan hasil P value(0,000) 0,05. Sehingga disimpulkan ada hubungan spiritualitas dengan tingkat stress dan hipertensi pasien diabetes melitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkalan.
Hasil penelitian menunjukkan individu yang memiliki spiritualitas baik akan mengubah persepsi stres dari negatif menjadi positif sehingga individu lebih tenang, secara fisiologis kadar glukosa darah pasien lebih terkontrol. Hal ini menyeimbangkan sistem hemodinamika yang termanifestasi pada kontrol hipertensi pasien diabetes mellitus tipe 2.
Disarankan kepada penderita untuk selalu meningkatkan spiritualitas sebagai upaya pendekatan diri kepada Tuhan dan untuk meminimalkan terjadinya stress dan hipertensi akibat diabetes melitus tipe 2