Abstract :
Status gizi pada masa anak perlu mendapatkan perhatian yang serius dari para orang tua, karena kekurangan gizi pada masa ini akan menyebabkan kerusakan yang irreversibel (tidak dapat dipulihkan). Salah satu permasalahan yang terjadi pada pada anak usia 1-3 tahun di Desa Gunung Maddeh adalah tingginya status gizi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku orang tua tentang pola pemberian makanan dengan status gizi anak usia 1-3 tahun
Desain penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi 79 responden di Desa Gunung Maddeh Kecamatan Sampang Kab. Sampang dengan jumlah sampel 66 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan teknik Random Sampling. Variabel independen penelitian ini adalah perilaku orang tua tentang pola pemberian makan dan variabel depeden status gizi anak umur 1-3 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan timbangan BB, pengukur tinggi badan, antopometri. Uji statistik menggunakan uji spearman rank dengan (a=0.05).
Hasil penelitian menunjukan perilaku ibu hampir setengahnya menunjukan kurang sejumlah 25 (37.9%), status gizi balita hampir setengahnya menunjukan lebih sejumlah 29 (43.9%). berdasarkan uji statistic Spearman Rank diperoleh nilai p = 0,010 < 0.05. Sehingga disimpulkan bahwa ada hubungan antara perilaku orang tua tentang pola pemberian makanan dengan status gizi anak usia 1-3 tahun.
Disarankan orang tua perlu meningkatkan pengetahuan dengan cara mengupdate informasi melalui media ataupun ke pelayanan kesehatan terdekat mengenai status gizi yang baik supaya dapat menghindari terjadinya balita yang kekurangan gizi, dan untuk petugas agar melakukan survei monitoring lebih intensif supaya dapat melakukan pencegahan terhadap balita yang terjadi kekurangan gizi.