Abstract :
Pada usia anak dibutuhkan pemenuhan gizi yang seimbang agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Permasalahan gizi yang masih terjadi pada anak balita adalah stunting. Berdasarkan studi pendahuluan didapatkan data 3 dari 10 anak mengalami stunting, dan 7 anak dengan gizi normal. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara sanitasi lingkungan keluarga dan kebiasaan cuci tangan ibu dengan kejadian stunting.
Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Variabel independen adalah sanitasi lingkungan keluarga, kebiasaan cuci tangan ibu dan variabel dependen adalah kejadian stunting. Populasi penelitian adalah ibu dan anak usia 24-60 bulan, dengan responden sebanyak 69 orang menggunakan metode simple random sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner dan analisa data menggunakan Spearman Rank. Penelitian ini telah diuji laik etik dengan No: 1336/KEPK/STIKES-NHM/EC/VI/2022
Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan antara sanitasi lingkungan keluarga dengan kejadian stunting (p value = 0,020), dan ada hubungan antara kebiasaan cuci tangan ibu dengan kejadian stunting (p value = 0,018).
Berdasarkan hasil diatas disarankan dapat mengubah perilaku ibu untuk meningkatkan sanitasi lingkungan keluarga agar lebih baik dan dapat membiasakan diri untuk mencuci tangan sesuai waktu penting untuk mengurangi kejadian stunting.