DETAIL DOCUMENT
APLIKASI MODEL TEORI ADAPTASI SISTER CALISTA ROY TERHADAP KECEMASAN, TEKANAN DARAH DAN NYERI KEPALA PADA PENDERITA HIPERTENSI (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungdung Modung Kabupaten Bangkalan)
Total View This Week0
Institusion
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudia Husada Madura
Author
Zahrina, Zahrina
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2022-09-19 06:48:47 
Abstract :
Hipertensi merupakan penyakit kronis yang sering diperparah oleh kecemasan dan sering mengakibatkan nyeri kepala. Berbagai manajemen keperawatan bisa diupayakan untuk mengontrol hipertensi, salah satunya adalah Teori Adaptasi Roy. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis aplikasi model teori adaptasi roy terhadap kecemasan, tekanan darah, dan nyeri kepala pada pasien hipertensi. Penelitian menggunakan Quasy experiment two group with control group design dengan populasi sejumlah 196 penderita hipertensi di Wailayah Kerja Puskesmas Kedungdung Modung Kabupaten Bangkalan. Sampel sejumlah 32 pasien dibagi kedalam 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan yang diberikan aplikasi model teori adaptasi roy dan kontrol yang diberikan pendidikan kesehatan. Variabel dependent adalah kecemasan, tekanan darah, dan nyeri kepala. Uji statistik yang di gunakan adalah wilcoxon, Pairet T-Test, Mann Whitney dan paired T-Test dengan ? 0,05. Hasil Uji statistik menggunakan Mann Whitney adaptasi Roy terhadap kecemasan p-value 0,115 > 0,05. Hasil uji statistik menggunakan independent T-Test adaptasi Roy terhadap tekanan darah diperoleh hasil p-value 0,034 < 0,05. . Hasil uji statistik menggunakan independent T-Test adaptasi Roy terhadap nyeri kepala diperoleh p-value 0,049 <0,05. Hasil ini menunjukkan adaptasi roy tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kecemasan, akan teteapi ada pengaruh adaptasi roy terhadap tekanan darah, dan nyeri kepala pasien hipertensi dalam penelitian ini. Aplikasi adaptasi Roy dan edukasi kesehatan kemungkinan sama-sama mampu mempengaruhi tingkat kecemasan sehingga meregulasi sistem saraf dan pembuluh darah dalam mengontrol tekanan darah. Tekanan darah yang terkontrol akan mengoptimalkan suplai energi ke jaringan sehingga metabolisme aerob bisa dipertahankan sehingga tidak terjadi nyeri kepala pada pasien hipertensi. 
Institution Info

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudia Husada Madura