Abstract :
Nyeri merupakan reaki fisiologis karna reaksi proteksi untuk menghindari stimulus yang membahayakan tubuh. Berdasarkan hasil studi penduhuluan didapatkan masih banyaknya pasien yang mengalami nyeri pada lansia dengan osteoarthtritis. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh terapi senam lutut terhadap penurunan tingkat intensitas nyeri osteoarthtritis lutut.
Desain penelitian ini adalah quasy experiment. Populasi sebanyak 184 lansia dengan sampel 32 responden menggunakan simple random sampling. Variabel independen yaitu terapi senam lutut dan variabel dependen yaitu intensitas nyeri pada lansia yang menderita osteoarthtritis. Instrumen penelitian lembar observasi skala nyeri. Penelitian ini menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney.
Berdasarkan hasil uji statistik Wilcoxon didapatkan p value (0.001) < ? (0.05) artinya ada perbedaan intensitas nyeri setelah diberikan terapi senam lutut, hasil uji statistik Wilcoxon didapatkan p value (0.122) < ? (0.05) artinya ada perbedaan intensitas nyeri setelah diberikan terapi relaksasi nafas dalam dan hasil uji statistik Mann Whitney didapatkan p value (0.003) < ? (0.05) artinya ada perbedaan skala nyeri setelah diberikan terapi senam lutut dan relaksasi nafas dalam.
Terapi senam lutut efektif terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien dengan osteoarthtritis. Peneliti mengharapkan bagi tenaga kesehatan agar mempertahankan dan melanjutkan pemberian edukasi kesehatan terapi senam lutut dalam penatalaksanaan nonfarmakologi pada lansia dengan osteosarthtritis.