Abstract :
Ikan asin merupakan produk pengawetan ikan dengan cara
penggaraman. Formalin merupakan bahan tambahan kimia yang dilarang
ditambahkan pada bahan makanan. Dampak formalin bagi kesehatan tubuh
antara lain yaitu mual, sakit perut akut yang disertai dengan muntah, diare,
dan gangguan peredaran darah untuk dosis rendah dan untuk dosis tinggi
dalam jangka waktu lama dapat dilihat antara lain adalah diare berdarah,
kencing darah, muntah darah, depresi susunan syaraf dan akhirnya akan
menyebabkan kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui adanya
kandungan formalin pada ikan asin yang dijual di Pasar Tradisional Wilayah
Kecamatan Bangkalan.
Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dan desain
penelitian ini menggunakan deskriptif. Variabel penelitian ini adalah
formalin pada ikan asin dengan menggunakan metode uji fehling. Sampel
yang digunakan yaitu 30 sampel ikan asin dengan total populasi 60 penjual
ikan asin dari 3 pasar tradisional yang ada di wilayah Kecamatan Bangkalan.
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Patologi Klinik STIKes Ngudia
Husada Madura.
Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari
semua sampel ikan asin yang diteliti teridentifikasi tidak mengandung
formalin. Dengan demikian saran pemilihan ikan asin yang bagus dan sehat
yaitu ikan asin dengan ciri-ciri tekstur lemas, empuk dan aroma khas, warna
buram/merah/alami, lama kering dan digoreng renyah, empuk, dihinggapi
lalat, cepat terkena jamur/belatung dan sebaiknya sebelum dikonsumsi
direndam terlebih dahulu ke dalam air hangat