Abstract :
Tinea pedis adalah dermatofitosis yang banyak ditemukan. Penyakit
ini biasanya muncul sebagai infeksi kronis sela-sela jari kaki. Awalnya terasa
gatal di bagian jari kaki dan akan timbul vesikel-vesikel kecil yang pecah dan
akan mengeluarkan cairan encer. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengidentifikasi adanya jamur Dermatofita infeksi Tinea pedis pada sela jari
kaki nelayan.
Metode penelitian menggunakan deskriptif cross sectional. Penelitian
melibatkan 32 sampel kerokan kulit sela jari kaki nelayan di Desa Lebak
Kecamatan ketapang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 10 nelayan
terinfeksi jamur Dermatofita yaitu Trichophyton sp dan Epidermophyton
dengan persentase 31%. Dan 22 orang nelayan tidak terinfeksi jamur
Dermatofita dengan persentase 69%.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, jamur Dermatofita teridentifikasi
pada sela jari kaki nelayan pada jamur Trichophyton sp dengan adanya koloni
berwarna putih, seperti kapas sedangkan hasil makroskopis menunjukkan
adanya hifa yang halus, makrokonidianya seperti pensil dan mikrokonidianya
seperti tetesan air mata. Pada jamur Epidermhophyton koloni berwarna putih,
permukaan kapas sedangkan hasil makroskopis menunjukkan adanya hifa lebar
makrokonidia berbentuk gada berdinding tebal.
Hasil ini juga di dasarkan pada hygienitas nelayan yang kurang baik
seperti setelah pulang kerja tidak mencuci kaki menggunakan sabun. Dengan
demikian nelayan diharapkan untuk selalu menjaga dan memperhatikan
kebiasaan untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Salah satunya adalah
dengan cara menjaga kebersihan kaki dan kulit saat sebelum dan sesudah
bekerja.