Abstract :
Terasi adalah hasil fermentasi udang atau ikan yang mengalami
penggaraman. Proses fermentasi dapat berlangsung dengan atau tanpa aktivitas
mikroorganisme, terutama termasuk golongan jamur dan ragi. Jamur yang
sering menyebabkan makanan terkontaminasi dan biasanya di temukan di udara
adalah Aspergillus sp. Jamur ini menyebabkan kerusakan pada makanan
dengan menghasilkan zat beracun yang di sebut aflatoksin. Tujuan dari
penelitian yaitu untuk mengisolasi dan mengidentifikasi jamur Aspergillus sp
pada terasi yang di jual di pasar tradisional kolpajung pamekasan.
Metode penelitian yang di gunakan yaitu deskriptif kualitatif. Variabel
pada penelitian ini adalah jamur Aspergillus sp pada terasi. Populasi yang
digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh penjual terasi di pasar tradisional
kolpajung pamekasan dengan jumlah populasi sebanyak 20 penjual. Sampel
yang digunakan yaitu sebanyak 20 sampel terasi. Penelitian ini di lakukan di
Laboratorium Mikrobiologi STIKes Ngudia Husada Madura.
Hasil yang didapatkan dari penelitian ini pada sampel terasi yang di
dapat dari pasar tradisional Kolpajung Pamekasan, di peroleh hasil sebanyak 20
sampel terasi tidak ditemukan jamur Aspergillus sp namun ditemukan jamur
Neurospora sitophila.
Kesimpulan dari penelitian ini tidak di temukannya jamur Aspergillus sp
pada terasi. Hal ini dapat di sebabkan karena terasinya yang baru,
penyimpanannya yang baik, serta tidak ada kerusakan pada terasi tersebut.
namun pada penelitian ini di temukan jamur Neurospora sitophila pada terasi.
Hal ini dapat disebabkan karena jamur Neurospora sitophila dapat hidup di
udara, serta merupakan jamur kontaminan yang mudah menyebar dan
pertumbuhannya sangat cepat.