Abstract :
Jamu pejja Madura adalah satu jenis jamu Madura yang belum memiliki
sertifikat uji fitofarmaka dan belum pernah ada laporan sebelumnya. Jamu pejja
terdiri dari 7 bahan yaitu, daun beluntas, temulawak, temu gunung, temu
kuning, kayu ules, kembang ceplikan dan kulit kina. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui kandungan kimia dan aktivitas antioksidan pada jamu pejja
Madura.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan
rancanganrandom sampling.Variabel bebas yaitu jamu pejja Madura dan
variabel terikat yaitu kandungan kimia dan aktivitas antioksidan.Sampel
diambil sebanyak 1 sampel dengan teknik random sampling. Uji kandungan
kimia menggunakan uji fitokimia dan ujiaktivitas antioksidan menggunakan uji
DPPH.
Hasil penelitian Uji fitokimia yang dilakukan pada penelitian jamu pejja
Madura diperoleh hasil mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan
triterpenoid, sedangkan daya hambat pada uji aktivitas antioksidan jamu pejja
Madura terhadap radikal bebas sebesar91,744% dengan nilai IC50 24,095 ppm.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, jamu pejja Madura dikonfirmasi
memiliki aktivitas antioksidan yang baik. Hal ini didasarkan pada kandungan
kimia yang terdapat didalam jamu pejja dan penghambatannya yang tinggi
terhadap radikal bebas DPPH.