Abstract :
ABSTRAK
Pengkodean (coding) merupakan salah satu kegiatan pengolahan data rekam medis untuk memberikan kode dengan huruf atau dengan angka atau kombinasi huruf dan angka yang mewakili komponen data. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor penyebab ketidaklengkapan kode diagnosis rawat inap di Puskesmas Kamoning menggunakan metode fishbone.
Metode penelitian yang digunakan deskriptif pendekatan kualitatif, Subjek 2 orang. Objek penelitian yaitu rekam medis rawat inap di Puskesmas Kamoning. Cara pengumpulan data dengan cara wawancara dan obsevasi. Metode penentuan akar masalah menggunakan analisis diagram tulang ikan (fishbone) dengan faktor (Man, Money, Method, Materials, Machine).
Hasil penelitian di Puskesmas Kamoning menunjukan bahwa pengkodean kode diagnosis dilakukan secara elektronik, akan tetapi pada rekam medis rawat inap tidak dilakukan pengkodean. Hal ini menghambat kinerja petugas rekam medis dan dapat menjadi beban petugas dalam pengolaan data atau pada saat rekapitulasi kegiatan pelaporan dan klaim BPJS.
Faktor penyebab ketidaklengkapan kode diagnosis dapat diketahui dari faktor 5M yaitu Man, Money, Method, Materials, Machine. Prioritas masalah yang didapat yaitu pada faktor Man dan Method. Pada faktor Man, petugas belum pernah mendapat sosialisasi terkait pengisian rekam medis dan kurangnya kedisiplinan. PadafaktorMethod pengisian kode diagnosis pada rekam medisyang tidak lengkap dan tidak sesuai dengan SOP yang sudah ada yang mengharuskan bahwa harus terisi secara lengkap.