Abstract :
APM merupakan mesin pendaftaran secara mandiri yang didalamnya
terdapat layar touchscreen, barcode, scanner, printer atau alat tambahan apa saja
yang diperlukan. APM digunakan untuk pasien rawat jalan dengan metode
pembayaran umum. Namun, pasien menyatakan kurang puas terhadap pelayanan
yang diberikan dikarenakan belum terdapat sosialisasi kepada pasien tentang
penggunaan APM, belum terdapat SOP, dan pencetak nomor antrean error.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kepuasan pasien rawat jalan
terhadap pelayanan pendaftaran menggunakan Anjungan Pendaftaran Mandiri di
RSU Lukas Bangkalan.
Metode penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi
penelitian ini adalah pasien yang mendaftar melalui Anjungan Pendaftaran
Mandiri dengan pengambilan sampel secara accidental sampling. Sampel dalam
penelitian ini didapatkan sejumlah 51 orang.
Hasil penelitian berdasarkan dimensi tangible menunjukkan bahwa pasien
merasa sangat puas (79%) namun tidak puas pada pernyataan tata letak APM yang
kurang strategis. Dimensi reliability menunjukkan sangat puas (79%) namun
beberapa pasien tidak puas tentang pernyataan petugas menggunakan bahasa
formal. Dimensi responsiveness pasien menyatakan sangat puas (78%) dan
beberapa pasien tidak puas terhadap petugas mendengarkan keluhan pasien.
Dimensi assurance menunjukkan presentase sangat puas (77%) dan beberapa
pasien tidak puas terhadap petugas menjelaskan prosedur pendaftaran dengan
jelas. Dimensi empathy menunjukkan presentase sangat puas (78%).
Kepuasan tercipta apabila pasien mendapatkan pelayanan dengan baik.
Petugas bisa berpenampilan menarik,bersih,dan rapi, bisa melayani pasien dengan
tepat dan memuaskan, prosedur mudah dilaksanakan, bisa berkomunikasi baik
dengan pasien, mendengarkan keluhan pasien, pasien merasakan aman dan
nyaman, tidak membedakan pasien, serta ramah dan sabar membantu pasien.