Abstract :
Diabetes melitus (DM) merupakan gangguan metabolisme kronis, ditandai
oleh kadar gula darah tinggi. Glukosa yang tidak terkontrol dalam waktu yang
lama menyebabkan komplikasi, salah satunya ulkus diabetikum. Berdasarkan
studi pendahuluan di Puskesmas Blega didapatkan sebagian besar pasien dalam
kategori risiko ulkus sedang. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh senam
kaki terhadap risiko ulkus diabetik pada pasien diabetes melitus (DM) tipe II di
Wilayah Kerja Puskesmas Blega Kabupaten Bangkalan.
Desain penelitian ini Eksperimen semu (quasi-experimental) dengan sampel
40 responden terdiri dari kelompok intervensi dan kelompok kontrol masingmasing 20 responden. Teknik sampling menggunakan purposive sampling.
Pengumpulan data menggunakan International Working Group On The Diabetic
Foot (IWGDF).
Hasil penelitian menggunakan uji statistik Mann Whitney didapatkan hasil
p-value = 0,000 yang berarti nilai p-value < ? (0,05) yang menunjukkan bahwa
ada pengaruh senam kaki terhadap penurunan risiko ulkus diabetik. Senam kaki
menjadikan sirkulasi darah di kaki menjadi lebih lancar, akibatnya nutrisi ke
jaringan menjadi lebih terkontrol sehingga dapat mencegah terjadinya risiko
ulkus diabetik.
Senam kaki efektif menurunkan kadar glukosa darah menjadi normal dan
memperlancar aliran darah pada kaki yang mempengaruhi risiko ulkus diabetik.
Pasien diabetes melitus (DM) tipe II dianjurkan melakukan senam kaki untuk
membantu mencegah risiko ulkus diabetik dengan melakukan di rumah secara
mandiri dengan teratur dan benar.