Abstract :
Motorik kasar adalah kemampuan yang membutuhkan koordinasi untuk
menciptakan gerakan yang melibatkan otot besar dan membentuk sikap
tubuh.Hasil survei pendahuluan yang dilakukan dengan penilaian Denver II di polindes tanah merah pada bulan april didapatkan 7 dari 26 bayi yang
mengalami keterlambatan perkembangan motorik kasar.Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa pengaruh pijat terhahap perkembangan motorik kasar bayi.
Desain penelitian ini analitik dengan pendekatan Quasi Exsperimental
Design. Variabel independent pijat bayi dan variabel dependent perkembangan motorik kasar. Jumlah sampel yang di ambil 28 yang diestimasi pada tanggal 1- 28 juni 2023 di polindes tanah merah. Teknik pengambilan sampel menggunakan simpel random sampling instrumen DenverII menggunakan uji statistik Wilcoxon
Hasil penelitian wilcoxon nilai Sig.(2 ? tailed ) p value = 0.001 < ? 0,05
yang berarti H1 diterima H0 ditolak berarti ada perbedaan nilai Denver II pada kelompok bayi yang dilakukan intervensi pijat bayi. Didapatkan juga nilai wilcoxon nilai Sig.(2 ? tailed ) p value = 0.063 ? 0,05 yang berarti H1 ditolak H0 diterima berarti tidak ada perbedaan nilai Denver II pada kelompok bayi yang tidak dilakukan intervensi pijat bayi. Hasil uji Mann whitney didapatkan hasil nilai Sig.(2 ? tailed ) p value = 0.000 < ? 0,05 yaitu ada perbedaan nilai Denver II pada kelompok eksperiment dan kontorl sebelum dilakukan intervensi(post test).
Untuk peneliti selanjutnya sebaiknya lebih melengkapi atau mendalami
tentang pijat bayi maupun perkembangan motorik kasar, dnan untuk tenaga kesehatan untuk sering memberikan penyulouhan tentang pijatr bayi dan bisa diberikan demonstrasi kepada masyarakat sehingga lebih gampang untuk memahami bagaimana cara pijt bayi yang baik