Abstract :
Stunting adalah kondisi dimana anak tinggi dibawah standar menurut
usia anak.Berdasarkan studi pendahuluan di Pustu Pangeranan didapatkan
(67%) mengalami stunting (33%) tidak mengalami stunting.Tujuan penelitian
ini adalah menganalisis hubungan pantangan makanan pada masa nifas,
pemberian ASI ekslusif, serta ketepatan pemberian MP-ASI dengan kejadian
stunting.
Desain Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan
Cross Sectional. Variabel independent pantangan makanan ibu nifas,
pemberian ASI ekslusif dan ketepatan pemberian MP-ASI dan variabel
dependent kejadian stunting dengan populasi sebanyak 125 orang dengan
sampel yang digunakan sebanyak 95 orang, dan tehnik sampling menggunakan
simple random sampling, pengumpulan data kusioner dan lembar observasi
menggunakan uji statistik Chi-Square.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu nifas berpantang
makanan sebanyak 67,4 % dengan hasil uji statistic Chi ? Square nilai P ?
Value 0,724 > a (0,05) yang artinya tidak ada hubungan pantangan makanan
dengan kejadian stunting. Sebagian besar balita tidak diberikan ASI ekslusif
sebnyak 72,6% dengan hasil uji statistic Chi ? Square 0,048 < a (0,05) yang
artinya ada hubungan antara pemberian ASI ekslusif dengan kejadian stunting.
Dan sebagian besar balita tidak diberikan MP-ASI tepat waktu sebanyak
55,8% dengan hasil uji statistic Chi ? Square 0,004 < a (0,05) yang artinya
terdapat hubungan ketepatan pemberian MPASI tepat waktu dengan kejadian
stunting di Pustu Pangeranan.
Diharapkan bagi para tenaga Kesehatan khususnya bidan lebih aplikatif
dalam upaya meningkatkan pengetahuan berpantang makanan, pemberian ASI
ekslusif, pemberian MP-ASI serta pemantauan dan pemahaman ibu tentang
resiko stunting mulai dari pra konsepsi, masa hamil dan masa nifas serta masa
menyusui.