Abstract :
Pertumbuhan merupakan bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta
jaringan interselular, bersifat kuantitatif sehingga dapat diukur dengan satuan
panjang atau berat. Berdasarkan hasil studi pendahuluan pada bulan Desember ?
Januari sebanyak 136 responden menunjukkan (38,9%) bayi usia 7 bulan, (33,8%)
bayi usia 8 bulan, (27,2%) bayi usia 9 bulan. Dari 74 bayi didapatkan hasil
Riwayat (58,1%) bayi tidak ASI Eksklusif dan sebanyak (41,8%) bayi diberikan
ASI Eksklusif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan berat
badan dan Panjang badan usia 7-9 bulan antara yang ASI Eksklusif dan tidak ASI
Eksklusif.
Desain penelitian menggunakan pendekatan Cross Sectional. Variabel
independen ASI eksklusif dan variabel dependen berat badan dan panjang badan.
Populasi penelitian 77 responden dan sampel 65 responden. Teknik sampling
Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan penimbangan berat badan
menggunakan baby scale, pengukuran Panjang badan menggunakan infantometer,
kms(standart kurva WHO )dan kuesioner . Uji statistik menggunakan uji
?Contingency coefficient?.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ASI eksklusif sebagian besar
dengan berat badan Gizi Kurang dan panjang badan pendek. Uji statistik
Contingency coeffient didapatkan ? value : 0,000 < ? : 0,05, sehingga H1 diterima
dan H0 ditolak, Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan berat badan bayi usia
7-9 bulan antara yang ASI Eksklusif dan tidak ASI Eksklusif, dan Uji statistik
Contingency coeffient didapatkan ? value : 0,001 < ? : 0,05, sehingga H1 diterima
dan H0 ditolak, Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan panjang badan bayi
usia 7-9 bulan antara yang ASI Eksklusif dan tidak ASI Eksklusif.
Sebaiknya pada ibu menyusui memberikan ASI eksklusif 0-6 bulan tanpa
makanan. tambahan karena hal ini akan berpengaruh pada pertumbuhan berat dan
panjang badan bayi. Solusinya memberikan penyuluhan pada ibu tentang
pentingnya ASI Eksklusif pada anak 0-6 bulan