Abstract :
Bencana erupsi gunung semeru mengakibatkan perasaan cemas, gelisah, dan
berduka cita. Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di
sekolah Yayasan Annur Sumberurip Desa Pronojiwo Kabupaten Lumajang
didapatkan sebagian remaja mengalami resiliensi rendah dan sedang. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui hubungan spiritualitas dengan resiliensi remaja
pasca erupsi gunung Semeru
Desain penelitian menggunakan analitik dengan pendekatan cross sectional.
Variabel independen spiritualitas. Variabel dependen resiliensi remaja. Populasi
66 remaja usia 14-16 tahun di sekolah Yayasan Annur Sumberurip Desa
Pronojiwo Kabupaten Lumajang dengan sampel yang diambil yaitu 56. Teknik
pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan teknik
proporsional random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan
kuesioner. Uji statistik menggunakan uji spearman rank dengan (a=0.05).
Penelitian ini sudah di uji etik oleh tim KEPK STIKes Ngudia Husada Madura.
Hasil uji statistic spearman rank diperoleh nilai p = 0,000 < ? (0,05).
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan spiritualitas dengan
resiliensi pada remaja pasca erupsi gunung semeru di Yayasan ANNUR Desa
Pronojiwo Kabupaten Lumajang dengan nilai r = 0,951 yang artinya spiritualitas
dan resiliensi ada hubungan yang sangat kuat.
Disarankan penelitian ini dijadikan sumber data penelitian selanjutnya yang
berkaitan dengan hubungan spiritualitas dengan resiliensi pada remaja pasca
bencana erupsi gunung dengan menambahkan faktor lain yang dapat
mempengaruhi spiritulitas pada remaja, untuk petugas kesehatan disarankan juga
menjadikan sebuah acuan dalam pemberian asuhan keperawatan pada remaja
yang mengalami resiliensi. Bagi responden untuk melakukan mengembangkan
diri dengan meningkatkan spiritualitas dengan lebih sering hadir ke acara taklim
majlis untuk sarana dalam meingkatkan kesungguhan dirinya dalam mendalami
spiritualitas