Abstract :
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan karena
asupan gizi kurang dalam waktu yang cukup lama dan dalam pemberian
makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizinya. Salah satu
permasalahan yang terjadi pada stunting adalah berkaitan dengan budaya
pengasuhan khususnya yang ada di Madura. Penelitian ini bertujuan untuk
menjelaskan Gambaran Sosial Budaya Pengasuhan Etnik Madura Pada
Kejadian Stunting Usia Balita.
Desain penelitian ini menggunakan desain Deskriptif. Variabel
penelitian ini adalah Sosial Budaya Pengasuhan Etnik Madura. Populasi
adalah balita Stunting di Desa Dlambah laok berjumlah 31 orang dan
sample sejumlah 29 orang yang diambil di Desa Dlambah Laok Bangkalan.
Teknik sampling menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan
data menggunakan kuesioner Sosial Budaya Pengasuhan Etnik Madura.
Analisis data menggunakan analisis Deskriptif dan disajikan dalam bentuk
Distribusi Frekuensi.
Hasil penelitian menunjukan sosial budaya pengasuhan etnik Madura
kurang dengan sejumlah 11 (37,9%) dan cukup sejumlah 9 (31%) serta baik
sejumlah 9 (31%) di Desa Dlambah Laok Bangkalan. sosial budaya
pengasuhan Etnik Madura yang beresiko menyebabkan stunting antara lain
memberikan pendamping ASI sebelum balita berusia 6 bulan. Serta sosial
budaya masa kehamilan adalah masih ada ibu yang melakukan pemeriksaan
dan persalinan kepada dukun. pada pemanfaatan pelayanan kesehatan masih
ada ibu yang jarang menimbang serta mengukur tinggi badan anak ke
posyandu yang diakibatkan kurangnya pengetahuan pada ibu balita.
Disarakan untuk keluarga balita untuk menigkatkan pengetahuan
tentang cara pencegahan stunting dan pola asuh yang baik untuk balita
terutama dalam mengikuti tatacara sosial budaya yang ada dalam masyarakat
agara tidak berdampak akan terjadinya Stunting.