Abstract :
Penyakit stroke memiliki dampak masalah terhadap fisik maupun
psikologis, anxiety dan nyeri menjadi salah satu manifestasi dimana pasien
merasakan ketidakberdayaan akibat dari kekakuan otot. Berdasarkan studi
pendahuluan terhadap 10 pasien dengan stroke didapatkan bahwa 8 dari 10
orang mengalami Anxiety dengan nilai >36 di ukur menggunakan kuesioner
Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan mengalami nyeri sedang dengan
nilai 6 diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis perbedaan sebelum dan sesudah diberikan elektrik
akupuntur terhadap anxiety dan nyeri pada pasien stroke di wilayah kerja
Puskesmas Socah Bangkalan.
Desain penelitian menggunakan desain quasy eksperimen. Populasi 60
pasien stroke dengan jumlah sampel 32 yang diambil yaitu sebanyak 16
responden perlakuan dan 16 responden kontrol dengan teknik pengambilan
sampel menggunakan simple random.Variabel independen penelitian ini adalah
elektrik akupuntur dan variabel depeden anxiety dan nyeri .Instrumen yang
digunakan adalah kuesioner HARS (Hamilaton Anxiety Rating Scale) dan
kuesioner NRS (Numeric Rating Scale). Uji statistik menggunakan uji
independen t-test dengan (a=0.05).
Hasil penelitian menunjukan berdasarkan uji statistic independen t-test
dengan hasil uji (p=0,352) > (a=0.05).Sehingga disimpulkan bahwa tidak ada
perbedaan anxiety pada kelompok yang diberikan elektrik akupuntur dan
kompres air hangat pada pasien stroke. Hasil uji independen t-test dengan hasil
uji (p=0,895) > (a=0.05).Sehingga disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan
nyeri pada kelompok yang diberikan elektrik akupuntur dan kompres air hangat
pada pasien stroke. Saat dilakukan terapi elektrik akupuntur dapat mempelancar
hambatan energi dan mengembalikan kelancaran sirkulasi energi yang didapat
sehingga mengurangi anxiety dan nyeri yang dirasakan oleh pasien stroke di
Wilayah Kerja Puskesmas Socah.
Di sarankan untuk pasien dengan gangguan penyakit stroke sebagai c