Abstract :
Preeklamsia pada ibu hamil sangat berisiko karena kondisi peningkatan tekanan
darah disertai dengan adanya protein dalam urin. Kondisi ini terjadi saat masa
kehamilan lebih dari 20 minggu. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di poli
kandungan RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan dalam 3 bulan terakhir
yaitu sebanyak 159 pasien melakukan ANC terpadu dan terdapat kasus
preeklamsia, yaitu sebanyak 23 pasien yang terdiagnosis preeklampsia. Penelitian
ini bertujuan menganalisis ?hubungan pola makan dan status gizi pada ibu hamil
dengan kejadian preeklampsia di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan?.
Desain penelitian menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan
cross sectional. Variabel independen pola makan dan status gizi dan variabel
dependen preeklamsia. Populasi 53 ibu hamil, sampel 47 responden dengan teknik
Purposive Sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner FFQ. Uji statistik
menggunakan uji Spearman Rank dengan (?=0.05).
Hasil penelitian didapatkan sebagian besar pola makan dalam kategori kurang
sejumlah 27 responden (57,4%), sebagian besar status gizi kategori lebih sejumlah
26 responden (55,3%), dan sebagian besar mengalami preeklamsia sejumlah 29
responden (61,8%). Berdasarkan uji Spearman Rank diperoleh nilai p= 0,029 < ?
(0,05) artinya ada hubungan pola makan dengan kejadian pre eklamsia pada ibu
hamil di Poli Kandungan RSUD Syarifah Ambani Rato Ebu. Dan diperoleh nilai
p= 0,013 < ? (0,05) artinya ada hubungan status Gizi dengan kejadian pre eklamsia
pada ibu hamil di Poli Kandungan RSUD Syarifah Ambani Rato Ebu.
Disarankan dapat menambah pengetahuan ibu yang berencana hamil dalam
menjaga kehamilan sehingga terhindar dari preeklamsia. Diharapkan menjadi tolak
ukur bagi ibu hamil khususnya supaya menerapkan pola makan yang bervariasi atau
beragam, pola hidup sehat dan status gizi yang baik dengan mengurangi konsumsi
makanan tinggi garam dan lemak.