Abstract :
Kemampuan ibu sangat menentukan keselamatan anak yang mengalami
diare. Diare adalah suatu penyakit dimana feses yang di keluarkan dalam sehari 3
kali atau lebih, konsistensinya menjadi cair atau lembek. Penanganan dapat
dilakukan dengan larutan oralit. Berdasarkan hasil studi pendahuluan 60% ibu
mengalami ketidakmampuan penanganan diare pada balita. Tujuan penelitian ini
adalah menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap orang tua tentang diare
dengan kemampuan penanganan diare pada balita.
Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Variabel
dependen kemampuan penanganan diare, variabel independen pengetahuan dan
sikap orang tua tentang diare. Populasi penelitian adalah 54 responden, sampel 47
mengunakan purposive sampling. Instrumen menggunakan kuesioner
pengetahuan tentang diare, sikap tentang diare dan kemampuan penanganan diare.
Uji statistik menggunakan Spearman Rank dengan (a=0.05). penelitian ini sudah
di uji etik oleh tim KEPK STIKes dengan
NO:1770/KEPK/STIKes/NHM/EC/V/2023.
Berdasarkan uji statistik Spearman Rank Correlation didapatkan hasil pvalue = 0,000 = (<0,05) artinya ada hubungan pengetahuan tentang diare
dengan kemampuan penanganan diare. Dengan nilai r = 0,632 artinya
pengetahuan dan kemampuan penanganan diare hubungannya kuat. Pada variabel
sikap didapatkan hasil p-value 0,000 = (< 0,05) artinya ada hubungan sikap
tentang diare dengan kemampuan penanganan diare. Dengan nilai r = 0,659
artinya sikap dan kemampuan penanganan diare hubungannya kuat.
Berdasarkan hasil diatas disarankan untuk dapat meningkatkan pengetahuan
dan sikap orang tua tentang diare yang lebih bervariatif sehingga meningkatkan
kemampuan penanganan diare pada balita.